8 Tips Menjadi Manusia Lebih Produktif

  1. Pengaruh Lingkungan
    perkembangannya sering terjadi gangguan oleh beberapa faktor diantaranya faktor lingkungan, sebab lingkungan disekitar kita kerap kali yang akan membentuk kepribadian hingga karakter kita. Maka tak heran jika melihat orang baik berubah menjadi tak baik, orang tidak baik menjadi baik yang dipengaruhi faktor lingkungan.

Dari Abi Musa ra. Berkata, bahwa rasulullah saw. Bersabda: Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek bagaikan pemilik minyak wangi dan tukang besi. Terhadap pemilik minyak wangi, kamu dapat menikmati minyak wangi dengan cara membeli kepadanya atau minimal mencium aromanya yang bagus. Sedangkan terhadap tukang besi, mungkin badan atau pakaianmu terbakar atau kamu mencium bau yang tidak sedap. (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Musa).

Artinya pesan tersirat dari hadist tersebut, carilah lingkungan yang dapat merubah hidupmu menjadi lebih baik, jangan malah sebaliknya.

  1. Optimis
    Memang benar, tidak selamanya yang engkau inginkan tercapai. Tapi sangat penting sekali meyakini sesuatu sebelum engkau melakukannya.
Baca Juga :  Mahasiswa Ini Sengketakan Kampusnya Ke Komisi Informasi Jatim

Dalam kitab matan al-Kharidah al-Bahiyyah, Syekh Ahmad Dardir mendendangkan sebuah syair:

وَكُنْ عَلَى آلَائِهِ شَكُوْرًا، وَكُنْ عَلَى بَلاَئِهِ صَبُوْرًا

Artinya: “Dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat Allah, dan bersabarlah atas cobaan-cobaan-Nya.”

Qasidah ini menjelaskan tentang tugas kita, agar pandai-pandai bersyukur atas karunia Allah. Anugerah yang diberikan tidak membuat kita terlena tentang bagaimana cara menggunakan nikmat tersebut secara baik dan benar. Begitu pula sebaliknya. Pada waktu kita diberi cobaan oleh Allah, tugas kita adalah bersabar. Kita harus selalu berhusnuzhan kepada Allah. Kita perlu yakin, Allah akan memberikan kemudahan kepada kita, mungkin saja nanti atau di kemudian hari.

Solusi terbaik menghadapi hidup adalah optimis.

اَلْيَقِيْنُ اَلْعِلْمُ كُلُّهْ

Artinya: “Optimisme merupakan sumber keilmuan, semuanya dan apapun itu.”

Mari kita bangun optimisme, sembari sambil membenahi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita, sebab optimisme dalam segala hal akan mengantarkan kita pada manfaat, Sebagaimana bait dalam nadhom imrithi yang berbunyi :

Baca Juga :  25 Motor Tertimpa Atap Ambruk, Mahasiswa UINSA Tuntut Ganti Rugi

إذ الْفَتَى حَسْبَ اعْتِقَادِهِ رُفِعْ ~ وَكُلُّ مَنْ لَمْ يَعْتَقِدْ لَم يَنْتَفِعْ

 “Karena derajat seorang pemuda diukur dari keyakinannya,  dan bagi siapapun yang tidak yakin, maka tidak akan bisa mengambil manfaat.”

  1. Muhasabah Diri
    Muhasabah atau introspeksi merupakan sejenis saktah (diam sejenak) untuk menengok apa yang sudah kita lakukan. Muhasabah atau introspeksi penting dilakukan untuk memeriksa kembali dan menilai apa yang sudah kita lakukan.

Muhasabah mendapatkan tempat yang baik dalam Islam. Imam Al-Ghazali mengutip Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengandung keutamaan muhasabah. Menurutnya, Surat Al-Hasyr ayat 18 mengisyaratkan manusia untuk melakukan muhasabah atas perbuatan yang telah dilakukan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surat Al-Hasyr ayat 18).

Baca Juga :  Peringati Hari Kemerdekaan, 5.000 Orang Makan Polopendem di UINSA

Maka dari itu sisakan waktu kita meski sejenak dalam sehari minimal 30 menit pada malam hari untuk bermuhasabah diri, sebab salah satu cara untuk memperbaharui semangat dalam menggapai tujuan serta memperbaiki diri menjadi lebih baik adalah muhasabah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here