Strategi Pertahanan UMKM di Masa Pandemi melalui Media Online dan Platform E-Commerce

Oleh : Hasna Khoerunnisa*

KELAKAR, Lingkarjatim.com – Hingga saat ini Pandemi Covid-19 masih mewabah di seluruh daerah Indonesia. Berbagai macam upaya telah dilakukan pemerintah untuk terputusnya mata rantai Pandemi Covid-19 ini, seperti himbauan-himbauan, hingga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diberlakukannya aktivitas-aktivitas secara daring baik belajar mengajar disekolah maupun di kampus yang berada diseluruh Indonesia.

Tentunya dengan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah, masyarakat dituntut berdiam diri dan melakukan segala aktivitasnya didalam rumah, sehingga hal ini banyak berdampak kepada perekonomian di Indonesia, salah satunya yaitu UMKM yang berada di setiap daerah.

Lalu bagaimanakah UMKM dapat bertahan dan meningkatkan keuntungan di masa pandemi Covid-19 ini?

Yang pertama, saat ini teknologi sudah sangat canggih dan saat pandemi Covid-19 ini mau tidak mau baik masyarakat awam maupun pelajar seperti mahasiswa dan mahasiswi dituntut harus bisa menguasai teknologi, dikarenakan segala aktivitasnya dilakukan di dalam rumah seperti belajar melalui daring, dimana proses belajar mengajar dilakukan secara online di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Ada Apa dengan Fungsi Pemasaran Indofood?

Di era teknologi yang sudah sangat canggih ini, yang kita rasakan adalah seluruh aspek kehidupan dipermudah dengan adanya internet. Sebagai contoh yang dapat kita lihat, jaman dahulu UMKM harus terjun langsung kelapangan atau bisa dikatakan bazar agar produknya dapat dikenal oleh masyarakat. Namun berbeda dengat saat ini, kita tidak perlu repot untuk sering melakukan bazar karena sudah ada teknologi yang canggih. Pengelola UMKM dapat memanfaatkan berbagai macam media online yang sedang trend saat ini seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, Twitter, dll. Ada juga Platform E-Commerce seperti Shoope, BukaLapak, Bli-Bli, Lazada, Tokepedia, dll. Maka dengan adanya media online dan platform E-Commerce ini, kita dapat mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

Tentunya dengan menggunakan E-Commerce ini memiki banyak keuntungan diantaranya, produk yang dikelola UMKM menjadi produk yang lebih banyak dikenal oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat sekitar saja, namun bisa terkenal hingga masyarakat luar daerah. Kemudian Pemasaran produk menjadi lebih mudah, konsumen yang didapat bukan hanya masyarakat sekitar, namun bisa juga mendapatkan konsumen dari luar daerah. Selanjutnya UMKM dapat berjalan sepanjang waktu sehingga konsumen dapat memesan produk kapan saja dengan melakukan transaksi jual beli didalam rumah masing-masing tanpa harus mengunjungi lokasi UMKM secara langsung.

Baca Juga :  Meningkatnya Kapasitas Permintaan Pasar pada Saat Pandemi Covid-19

Dengan ini diharapkan para pengelola UMKM dapat memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya, dengan melakukan kegiatan jual beli secara daring atau bisa melaui Platform E-Commerce sehingga dapat meminimalisir kerugian yang didapat dan mematuhi protokol yang telah dibuat oleh pemerintah.

Yang Kedua diaharapkan pengelola UMKM dapat menciptakan produk tambahan yang sekiranya sedang dibutuhkan saat pandemi Covid-19 ini, seperti membuat masker kain yang terbuat dari bahan yang berkualitas baik dan menjual dengan harga terjangkau. Sehingga UMKM dapat penghasilan tambahan dan meminimalisir kerugian.

*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, Jurusan Akuntansi

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here