Pengabdian Masyarakat di Desa Sembilangan, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Memaksimalkan Potensi Desa Menjadi Produk Unggulan Desa

BANGKALAN, lingkarjatim.com – Desa Sembilangan, salah satu desa yang terletak di sebelah barat kota Bangkalan. Desa yang terkenal dengan ikon ikan sembilang ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah hasil pertanian berupa kacang tanah dan juga hasil laut yang berupa udang rebon. Sebagian besar warga Sembilangan adalah petani kacang tanah dan saat memasuki masa panen tiba, petani akan menjual kacang tanah dengan harga yang sangat murah dikarenakan sedang bermusim panen yang sangat melimpah.

Perbedaan harga tersebut yang membuat faktor terpikirkannya sebuah inovasi baru dengan memaanfaatkan hasil alam berupa kacang tanah dan udang rebon, selain musimnya kacang tanah, di desa Sembilangan juga sedang bermusim udang rebon, dimana bahan-bahan tersebut merupakan bahan utama dari pembuatan sambel pecel, yang nantinya akan menjadi produk unggulan desa Sembilangan yakni berupa sambal pecel udang rebon untuk meningkatkan nilai jual dari kacang tanah dan udang rebon. Dengan memanfaatkan bahan baku yang diproduksi sendiri oleh masyarakat Desa Sembilangan, Nantinya hasil didapat akan sangat menguntungkan warga Desa Sembilangan. 

Selasa (31/12/19) Pengabdian masyarakat di Desa Sembilanagan menggelar acara penyuluhan mengenai produk unggulan desa yakni sambal pecel udang rebon, dengan dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan juga masyarakat sekitar, yang bertempat di sekretariat desa. Pada kesempatan itu, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura memaparkan mengenai potensi desa yang dapat dimaksimalkan sebagai ladang usaha masyarakat Desa Sembilangan dalam jangka panjang, mengingat bahan baku yang digunakan dalam sambal pecel udang rebon tersebut, dikelola sendiri dan menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar.

Siapa yang tidak tahu sambal pecel, olahan satu ini masih menjadi menu favorit dikalangan masyarakat. Salah satu pilihan sambal pecel yang lezat adalah sambal pecel udang rebon tersebut dari kacang tanah yang berkualitas dan cabai pilihan serta tanpa bahan pengawet. Sambal pecel udang rebon ini dikemas dengan toples plastik yang mudah didapat, selain sambel pecel udang rebon bisa juga dibawah kemana-mana karena tempat kemasannya sangat fleksibel.

Kacang tanah yang dihasilkan di Desa Sembilangan merupakan kacang tanah yang memiliki rasa yang manis dan gurih dengan dibumbuhi udang rebon yang memiliki rasa sedikit asin menjadikan sambal pecel udang rebon memiliki cita rasa yang khas dengan rasa gurihnya tanpa menggunakan MSG. Kacang tanah memiliki banyak sekali kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh yaitu tinggi kalori, air, protein, serat, lemal, vitamin E, Vitamin k, Vitamin B1, B2, B3, B6, B9, kalsium, Zat besi, Magnesium, Fosfor, Potassium, Sodium, dan Seng mereka juga menjelaskan komposisi dan mempratikkan proses pembuatannya. Selain kacang tanah yang memiliki banyak manfaat, udang rebon sebagai salah satu bahan dasar yang digunakan juga memiliki banyak kandungan gizi seperti protein, lemak, energi, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan vitamin B1. Serta manfaat udang rebon dalam kesahatan yakni salah satunya meningkatkan perkembangan sel otak, memperbaiki sel yang rusak, dan banyak manfaat yang lainnya. Selain kaya dalam cara penyajian, Pecel juga merupakan makanan yang kaya gizi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain dapat mengambil manfaat gizi dari sayuran pelengkap, kacang sebagai bahan dasar sambel pecel mempunyai nilai manfaat yang tinggi.

Acara yang digelar pada akhir tahun 2019 tersebut sangatlah menarik. Ibu-ibu PKK dan juga masyarakat sekitar sangatlah antusias mengikuti penyuluhan tersebut, terlihat dari mereka yang mulai berdatangan silih berganti dengan mengajak keluarganya untuk. Salah satu penduduk warga desa Sembilangan, yakni Mbah Nur menyatakan, “Sambal pecelnya sangatlah sedap dan enak, dan juga didalam sambal tersebut tidak terdapat MSG, sebagai pengganti MSG, ternyata mereka menambahkan udang rebon untuk menambah cita rasa”. Ibu Nanik sebagai ketua PKK menambahkan, Jika produk ini dapat dikelola masyarakat dengan baik, tentu ini sangatlah menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi Desa, pengelolaan tersebut juga tentu harus memperhatikan target pasar yang dituju seperti di toko khas oleh-oleh sebagai sambel pecel khas desa sembilangan, dimana sambal pecel tersebut dicampur dengan udang rebon, dari udang rebon tersebut terdapat rasa yang berbeda. Selain dipasarkan ditokoh khas oleh-oleh kami juga memasarkan di jual beli online yang dimana biasanya didapatkan dengan mudah tanpa harus membelinya ke tempat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here