Wujudkan Program Merdeka Belajar, UTM Jalin MoU Dengan G25 Indonesia

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Yayasan Dualima Indonesia melaksanakan Launching Kelembagaan & Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Trunojoyo Madura, Kamis (08/04/21).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Rektor Lt.5 Gedung Rektorat UTM itu dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr. H. Muh. Syarif, Drs. Ec. M.Si., dan Wakil rektor II Dr, Ir. Abdul Azis Jakfar, M.T., serta segenap Kepala Biro Civitas Akademik Universitas Trunojoyo Madura.

Dari Yayasan Dualima Indonesia Hadir Dasuki Rahmad selaku ketua yayasan, dan segenap jajaran anggota dewan pembina yaitu Moch. Fauzan Jakfar dan Dr Syafi’ SH, MH, serta seluruh pengurus dan perwakilan anggota.

Dasuki Rahmad sebagai Ketua G25INDONESIA mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan kesepakatan bersama bahwa G25INDONESIA dan UTM memiliki kesamaan visi dan misi sehingga perlu untuk bersinergi agar gerakan ini lebih maksimal dalam memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas.

“Tujuan kesepahaman ini adalah untuk mensinergikan potensi dan sumber daya yang dimiliki guna mengembangkan kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi yang meliputi bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat,” ucap Dasuki menjelaskan tujuan dari kesepakatan ini.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr. H. Muh. Syarif, Drs. Ec. M.Si., mengatakan bahwa untuk mengaplikasikan kampus merdeka, UTM perlu bekerja sama dengan berbagai pihak sebagai media untuk menjawab tantangan dunia pendidikan, utamanya perguruan tinggi untuk mewujudkan program merdeka belajar.

“Dengan kerja sama ini bisa saja nanti mahasiswa kita arahkan untuk memberikan pendampingan terhadap pelaku usaha yang sudah dibantu oleh yayasan Dualima Indonesia sebagai program lanjutan sehingga penerima manfaat bisa benar-benar berdaya dan mandiri,” ucap Muh. Syarif selaku rektor UTM yang juga merupakan ketua dewan pembina Yayasan Dualima Indonesia.

Dalam nota Kesepahaman ini juga, Kedua belah pihak bersepakat untuk menggunakan pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya yang ada, baik fasilitas, sarana prasarana dan sumber daya manusia serta sumber daya alam yang dimiliki dapat terintegrasi, efektif dan efisien untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang bertema Strategi Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan Rakyat Miskin. Dalam diskusi ini G25INDONESIA menghadirkan Bayu Diktiarsa Pratama, yang merupakan Aktivis Gerakan sosial Kita bisa.com Jawa Timur, Dr. Safi’ SH,. MH akademisi UTM yang juga merupakan Dewan Pembina G25INDONESIA, Serta Zainul Fahmi sebagai Praktisi Wirausaha sekaligus kepala Divisi Litbang G25INDONESIA. (Hasin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here