Mahasiswa UTM Olah Limbah Organik Jadi Pupuk

ANTUSIAS, Warga Desa Karang Pao, Arosbaya, Mengikuti Workshop Pembuatan Pupuk Dari Limbah Organik

BANGKALAN, lingkarjatim.com – Sosialisasi pengolahan limbah organik menjadi pupuk berlangsung dengan lancar pada Sabtu pagi di rumah Ibu Suk (45), salah satu warga desa Karang Pao. Sosialisasi pupuk berlangsung mulai pukul 14.00 WIB siang pada tanggal 12 Januari 2019. Kelompok KKN dari Universitas Trunojoyo Madura Bangkalan yang bertempat di desa tersebut, mencoba untuk memanfaatkan bahan-bahan organik yang tidak terpakai menjadi pupuk yang dapat dibuat sendiri dan ramah lingkungan.

Desa Karang Pao dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah termasuk hasil pertanian maupun perkebunan. Pada musim penghujan, desa Karang Pao dipenuhi dengan buah rambutan, ketela pohon, jagung, nangka, dan kacang tanah. Pengolahan pupuk ini memudahkan petani desa Karang Pao dalam mendapatkan pupuk yang sebelumnya diperoleh dengan cara membeli. Adanya kelompok KKN yang berbagi ilmu dengan masyarakat desa Karang Pao tersebut memiliki misi untuk menjadikan petani desa Karang Pao sebagai petani yang sejahtera. Salah satu usaha untuk mewujudkannya yakni dengan memberdayakan para pertani agar mampu memanfaatkan bahan-bahan organik yang terbuang di sekitarnya untuk dapat didaur menjadi pupuk cair yang bermanfaat.

Sosialisasi dilakukan dengan tiga tahapan diantaranya pemberian materi sosialisasi oleh salah satu anggota KKN desa Karang Pao. Dilanjutkan dengan praktik langsung di tempat tentang proses pembuatan olah pupuk organik. Tahap terakhir yakni pengaplikasian pupuk cair yang sudah jadi pada tanaman yang telah disiapkan. Peserta sosialisasi juga dibantu dengan media video yang sudah disusun sesuai dengan prosedur pembuatan.

Bapak Marsam (50), salah satu peserta sosialisasi pengolahan pupuk mengatakan “Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat dan dapat menggugah masyarakat. Bagaimana mungkin bahan yang sudah tidak berguna dan bisanya cuma dibakar ternyata punya banyak manfaat”. Antusias warga desa Karang Pao sendiri dapat dilihat dari banyaknya jumlah peserta sosialisasi yang datang. “Dari mana lagi kita bisa mendapatkan ilmu secara gratis kalau bukan dari mahasiswa”, imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat perhatian penuh dari warga karena menggunaan pendekatan yang merujuk pada aplikasi secara langsung. Istilah-istilah yang sulit dimengerti juga perlu diperhatikan dan menjadi tantangan tersendiri bagi para anggota KKN yang notabene orang asli suku Jawa. Meski demikian, kegiatan tersebut dapat berjalan lancar berkat kerjasama seluruh pihak yang bersangkutan. Diharapkan kelak bidang pertanian desa Karang Pao kecamatan Arosbaya kabupaten Bangkalan dapat menyejahterakan para petaninya (12/01).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here