The Power of Innovation

Lingkarjatim.com – Sobat. Kita sekarang berada di Revolusi Industri 4.0 adalah era di mana industri merupakan gabungan manufaktur dengan kecerdasan taktis yang memanfaatkan internet dan teknologi pendukung untuk mencapai tujuan fleksibilitas, efisiensi, dan efektifitas.

Sobat. Kehadiran Revolusi Industri 4.0 memiliki beberapa tujuan, seperti : 1. Shorten time to market, di mana revolusi Industri 4.0 bertujuan untuk mempersingkat siklus inovasi, membuat lebih banyak produk yang kompleks dan canggih, dan memperbesar volume data. 2. Meningkatkan fleksibilitas, di mana revolusi industri 4.0 bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas terutama produksi massal individual dan produktivitas yang lebih tinggi. 3. Mendorong efisiensi, di mana dengan terjadinya revolusi Industri 4.0 diharapkan efisiensi energi dan sumber daya lebih ditingkatkan karena kedua faktor tersebut merupakan faktor kompetisi yang kritis. ( Arman Hakim & Hermawan kertajaya, 2018 ).

Sobat. Kita sekarang berada pada kondisi migrasi besar yang dalam bahasa Rhenald Kasali sebagai The great shifting atau perpindahan besar-besaran dari satu peradaban ke peradaban berikutnya. The Great Shifting justru dilakukan karena yang lama sudah tidak relevan lagi sehingga harus dikembangkan yang baru. Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 , konsekuensinya diperlukan pendekatan dan kemampuan baru untuk membangun sistem produksi yang inovatif serta berkelanjutan.

Sobat. Inovasi yang sukses adalah Inovasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan mengandalkan teknologi. Hubungan antara kemajuan teknologi dan perubahan pasar memang sangat kompleks sehingga perusahaan harus memiliki ketrampilan yang tinggi untuk membuat hubungan antara kemungkinan teknologi dan pasar. Penggabungan antara teknologi dan kebutuhan pasar sangat penting pada setiap tahap proses inovasi.

Sobat. Ada beberapa metode Inovasi yang bisa kita terapkan melalui berbagai macam bentuk, sektor, dan dimensi. Metode inovasi bertujuan memperbaiki sistem maupun produk yang sudah ada, dengan tujuan menambah nilai dari sistem maupun produk itu sendiri.

1. ATM ( Amati Tiru dan Modifikasi ). Memulai bisnis dengan metode ATM terbilang lebih mudah jika dibandingkan dengan membuat sebuah usaha menggunakan konsep yang benar-benar original, namun untuk bisa sukses membangun bisnis tersebut dibutuhkan kreativitas dan strategi bisnis yang baik dalam mengamati, meniru, dan memodifikasi produk baik barang atau jasa. Kita bisa contoh bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang maju. Kemajuan tersebut bukan karena Jepang menemukan segala sesuatu yang menjadi produk unggulannya sekarang, namun karena ia meniru ide orang lain, produk orang lain, jasa orang lain, dan menjadikannya lebih bagus, lebih ringan, lebih menarik, lebih hemat, dan lain sebagainya.

2. SCAMPER. Substitute adalah mengganti bagian dari masalah yang berkaitan dengan proses maupun hasil, dengan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Combine adalah mengkombinasikan atau menggabungkan satu atau dua produk, proses atau jasa menjadi produk,proses atau jasa baru. Adapt adalah mengadaptasi produk, proses, jasa lain ke dalam produk, proses, dan jasa sehingga tercipta yang baru. Modify-magnify-minify adalah perluasan ide yang dapat memberikan nilai tambah atau memberikan wawasan baru. Memodifikasi produk, proses atau jasa menjadi lebih kompleks atau lebih sederhana dan menjadi lebih baik. Magnify berkonsentrasi pada upaya modifikasi untuk menjadi lebih besar, lebih kuat, lebih tebal, lebih intens, dll. Minify berkonsentrasi pada upaya modifikasi menjadi lebih sederhana, lebih kecil, lebih ringan, dll. Put to another use merupakan penggunaan produk, proses, jasa yang ada untuk aplikasi yang lain yang berbeda dengan dari aplikasi penggunaannya saat ini. Eliminate berkonsentrasi pada proses menghilangkan atau menghapus sebagian komponen yang ada untuk menghasilkan yang baru. Elaborate berkonsentrasi dengan menambahkan detail pada produk, proses, jasa yang sehingga tercipta yang baru. Reverse-Rearrange merupakan upaya penyusunan atau penataan ulang yang berbeda dari komponen atau prosedur yang sudah ada sehingga dapat memberikan nilai tambah dibandingkan dengan sebelumnya.

3. Desain Thinking. Desain Thinking ini membantu kita menganalisa masalah dan mencari solusinya . Empathize, merasakan dan mencoba berganti posisi menjadi orang lain atau customer. Define, mencari dan mendefinisikan permasalahan. Ideate, mengembangkan ide atas solusi tersebut. Prototype, membuat contoh produk dari hasil ideate. Test, menguji prototype yang telah dihasilkan dan mengevaluasi apakah masih ada yang kurang atau dinilai berlebihan.

4. Internet of Things merupakan sistem yang menghubungkan internet dengan benda fisik melalui jaringan kabel dan nirkabel yang memnghubungkan internet sehingga manusia dapat mengerjakan suatu hal menjadi lebih cepat, lebih mudah dan lebih efisien, karena IOT ( Internet of Things ) dapat menghubungkan segala macam hal dengan internet kapanpun dan di mana pun.
Sobat. Sebagai penutup artikel ini ada hal yang tetap harus kita jaga dalam menghadapi perubahan besar ini yakni Cinta, Kebaikan, Kreativitas, dan Kegigihan selalu dibutuhkan untuk menghadapi dunia baru ini. Cinta, kebaikan, kreativitas, dan kegigihan adalah hal yang tak bisa digantikan oleh teknologi. Itulah kehidupan.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H. Penulis buku Gizi Spiritual dan The power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. Majelis Kyai PP Al-Ihsan Baron Nganjuk. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here