Dihuni Para Pengungsi Sambas, Kampung Ini Hasilkan Tas Rajut Kualitas Super

Tas rajut hasil produksi masyarakat Kampung Sambas

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Di Kabupaten Bangkalan ada sebuah daerah yang bernama Kampung Sambas. Kampung yang terletak di Desa Kelpung, Supuluh itu dihuni oleh masyarakat yang mengungsi karena konflik Sambas terdahulu.

Sebagai masyarakat pengungsi, mau tidak mau mereka harus menata kembali kehidupannya disana. Pasalnya untuk tempat tinggal yang mereka tempati saat ini saja belum jelas status kepemilikannya. Oleh karena itu mereka melakukan usaha apapun untuk bisa bertahan hidup.

Salah satu usaha yang mereka tekuni adalah membuat kerajinan tas rajut yang terbuat dari bahan alami yaitu angel atau biasa dikenal peser.

Usaha mereka tak sia-sia, berpuluh tahun tinggal di Kelpung, mereka berhasil menekuni pekerjaan merajut tas tersebut. Hebatnya lagi pemasarannya saat ini sampai ke luar negeri seperti Jepang, Eropa bahkan sampai ke Amerika.

Kenapa sampai ke luar negeri, ternyata masyarakat pengungsi itu berhasil melakukan sistem kerjasama dengan Yayasan Bunda Kasih yang ada di Surabaya, dimana masyarakat mendapatkan upah rata-rata 30 ribu per tas.

“Selebihnya menyesuaikan dengan ukuran dan bentuknya, sekali mengirim sampai seribu tas bahkan bisa lebih,” kata Hamidah Ketua Kelompok Pengrajin Tas Rajutan, Minggu (28/01/2018).

Hamidah menambahkan produksi tas sesuai dengan pesanan dari Yayasan Pondok Kasih. Pengerajin yang ditekuni oleh ibu-ibu kampung sambas itu sudah terbentuk menjadi enam kelompok. Sedangkan jumlah semua anggota ada 70 lebih yang biasa merajut.

“Kalau dijual tas rajut ini bisa mencapai 350 sampai 500 ribu per tas. Karena nilai seninya tinggi dari tas rajut ini,” katanya.

Sedangkan untuk di Bangkalan sendiri lanjutnya belum dipasarkan karena tidak ada orderan dari sekitar Bangkalan. Tak hanya itu, mereka juga terkendala modal produksi.

“Kalau dari Pemkab sendiri kalau ada pameran saja kita diundang, juga sering dipanggil untuk presentasi,” tuturnya. (Zan/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here