Seorang Jamaah Haji Asal Sumenep Meninggal Dalam Ambulans 

Gambar ilustrasi jamaah haji

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Muh. Rafik (75) seorang jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 meninggal dunia. Pria paruh baya itu menghembuskan nafas terakhir di ambulans saat dibawa dari Bandara Juanda Surabaya menuju RS Haji Sukolilo Surabaya, pukul 03.20 WIB, Jumat (31/8).

“Beliau meninggal saat dalam perjalanan menuju RS setelah tiba di Bandara Juanda Surabaya dini hari tadi,” kata Wakil Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Zainul, dikonfirmasi.

Zainul menjelaskan bahwa Muh. Rafik begitu turun dari pesawat langsung mengalami sesak nafas. Mengetahui hal tersebut, petugas kemudian mengavakuasi dengan mobil ambulans untuk dibawa ke RS Haji di Jalan Sukolilo, Surabaya.

“Turun dari pesawat, pasien lansung dievakuasi dengan ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit haji. Namun belum sempat masuk rumah sakit, diperjalanan beliaunya sudah meninggal dunia,” katanya.

Berdasarkan data surat kematian dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 Surabaya, Muh. Rafik tidak mengalami masalah kesehatan selama berada di tanah suci. Meski demikian, Muh. Rafik punya riwayat emfisema dan gagal jantung sejak 5 tahun lalu.

“Tapi sejak tiga hari menjelang pemulangan, kondisi beliau memburuk. Oleh tim kesehatan, kemudian Muh. Rafik dibawa ke sektor dengan terapi nebuleser dan diinfus sehingga keadaannya kembali membaik,” katanya.

Pesawat Saudia Arabia Airline dengan nomer penerbangan SV5410 yang mengangkut jamaah haji kloter 11 take off dari bandara Jeddah pukul 13.02 WAS. Kemudian sekira pukul 15.00 WAS, kondisi warga asal Pangerangan Kabupaten Sumenep, Madura, itu mulai melemah saat didalam pesawat, sehingga dilakukan tindakan oleh dokter TKHI.

Selanjutnya sekira pukul 18.00 WAS, pasien yang didampingi putranya, Ahmad Ghozali ini mengalami apneu. Kemudian tim kesehatan melakukan tindakan dengan memberi oxigen full, infus RL, injex dexa, trip aminophylin, tekanan darah 90/60, nadi 100x/menit.

Setelah itu, lanjut Zainul, kondisi nafas pasien mulai teratur dan dokter TKHI menyarankan untuk memakai O2 sampai tiba di tanah air sekitar pukul 03.05 WIB.

“Namun setelah pesawat landing, pasien kembali sesak, dan lansung dievakuasi ambulans. Tapi sekitar pukul 03.20 WIB saat dalam perjalanan menuju RS meninggal,” ujarnya. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here