7 Fakta Usai Madura United Dipaksa Pulang Kampung di Piala Presiden 2017

LingkarJatim– MADURA – Madura United FC (MUFC) telah dipastikan terlempar dari perburuan juara Piala Presiden 2017. Pusamania Borneo FC (PBFC) yang menjadi biang kerok gagalnya MU FC ke semi final lewat drama adu pinalti di Stadion Manahan Solo, Sabtu (25/02/2017) tadi malam.

MataMaduraNews.com merangkam fakta-fakta laga hidup mati di match 2 8 Besar Piala Presiden 2017, ini hasilnya:

  1. PBFC menjadi tim kedua yang memijakkan kaki di Semi Final Piala Presiden 2017, setelah Persib Bandung telah lebih dahulu mengantongi golden ticket usai menjinakkan Mitra Kukar 3:2.
  2. Drama adu pinalti perdana baru terjadi tadi malam antara MU FC versus PBFC yang berakhir dengan kemenangan sang juara Grup D 5:4.
  3. PBFC memperpanjang rekor tidak pernah tersentu keperawanan gawang selama Piala Presiden 2017 dilangsungkan.
  4. PBFC memperpanjang rekor dengan menjadi tim yang memiliki lini depan kurang subur. 4 laga yang dilewati hanya satu gol yang disarangkan, tepatnya pada laga pamungkas PBFC di penyisihan Grup D.
  5. Laskar Sape Kerrap membuka dan menutup kompetisi pra-musim ini dengan tanpa menceploskan bola ke gawang lawan selama menit normla. Di laga peperdana, MU FC dipaksa mengakui keperkasaan Semen Padang 1:0. Sedangkan di laga pamungkas, tim yang berbasis di Pulau Garam ini harus puas bermain tanpa gol dengan PBFC selama 90 menit normal.
  6. Ini kali ketiga pemain tersubur MU FC, Greg Nwokolo tidak pernah mencetak gol, meski bermain full time di Piala Presiden2017.
  7. 4 kartu kuning yang dikantongi MU FC tadi malam membuat tim dengan warna kebanggaan merah putih mengoleksi 11 kartu kuning selama gelaran Piala Presiden 2017.

Itu 7 fakta MU FC versus PBFC di 8 Besar Piala Presiden 2017 yang MataMaduraNews.com analisa. Nantikan, ulasan perjalanan Laskar Sape Kerrap selama mengikuti pegelaran kompetisi pra-musim ini di Majalah Mata Madura Edisi 16.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here