Penduduk Dusun Sambas Berada dalam Garis Kemiskinan, Ini yang Dilakukan Ikamaba

Acara penyuluhan pertanian yang diadakan Ikamaba di Dusun Sambas

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Masyarakat Dusun Sambas, Desa Kelbung, Sepulu, Bangkalan rata-rata berada dalam garis kemiskinan, hal itu disebabkan tidak adanya lapangan kerja dan akses usaha bagi masyarakat yang rata adalah pengungsi tragedi Sambas itu. Bahkan untuk bertanipun mereka kesulitan karena tidak punya lahan pertanian. Sedangkan jatah lahan yang didapatkan dari pemerintah waktu dipindah dari Kalimantan ke Bangkalan hanya seluas 20×25 Miter persegi.

Kendati demikian, hal itu tidak menjadikan alasan bagik pihak-pihak yang ingin ikut membantu mengembangkan perekonomian masyarakat Dusung Sambas. Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Ikamaba) Surabaya yang ikut mengembangkan pertanian di dusun ini.

Dalam hal ini, Ikamaba Surabaya lewat acara Bina Desanya menggelar acara penyuluhan dan pelatihan yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Bangkalan serta penyuluh Kecamatan Sepulu untuk mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dengan di tanami sayur.

“Orang bertani di tempat yang subur dan luas lalu banyak hasilnya sudah biasa, namun apabila masyarakat seperti di Dusun Sambas ini bertani dengan sistem polyback atau memanfaatkan pekarangan rumah, dan bisa terpenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari dari pertanian itu, itu baru luar biasa.” ujar Ahmad Annur Ketua Ikamaba saat menyampaikan sambutan pada acara penyuluhan pemanfaatan pekarangan dan pelatihan pembibitan sayuran.

Acara tersebut turut dihadiri oleh rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan dan tim penyuluh kecamatan sepulu.

Muh. Ismail perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan memberikan arahan kepada masyarakat Dusun Sambas dalam hal pertanian. Karena menurutnya dengan bertani maka secara otomatis menjadi pahlawan. Ia juga mengajak masyarakat dusun sambas untuk bertani yang sekiranya bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan seperti tanaman sayuran itu untuk menopang kebutuhan hidup sehari hari saja.

“Menjadi petani itu sama halnya kita menjadi pahlawan karena menyokong kebutuhan hidup, maka dari itu masyarakat sini harus bertani sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Seperti nanam jahe mirah yang harga jualnya bisa mencapai Rp 10.000  perkilo.” Ujarnya kepada masyarakat dusun sambas saat memberikan arahan pertanian.

Sementara itu pendamping pertanian khusus Desa Kelbung Saudah berkomitmen untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat Dusun Sambas, agar masyarakat bisa berkembang utamanya dalam hal pengembangan lingkungan lestari.

“Kita akan berusaha untuk menjadikan dusun ini berkembang dan menjadi dusun lestari dan kebutuhan sehari hari seperti sayur dan lain sebagainya,” Ucapnya. (Zan/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here