Musabaqah Kitab Kuning, PKB Bangkalan Rangkul Pesantren Se Bangkalan

Salah satu peserta Mosabaqah Kitab Kuning. (Foto, Salim)

Lingkarjatim.comBangkalan – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bangkalan menyelenggarakan Musabaqah Kitab Kuning (MKK) yang diikuti oleh seluruh pondok pesantren se Kabupaten Bangkalan, Jumat (14/04/2017). Acara serupa juga dilakukan secara serentak oleh seluruh DPC PKB se Indonesia.

Musabaqah Kitab Kuning (MKK) menjadi agenda tahunan PKB. Dari sekian rentetan agenda tahunan PKB seperti Nariyahan Nusantara, Indonesia Mengaji, MKK menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat khususnya para santri. Hadiah utama yaitu Umroh dan uang binaan juga menjadi ajang untuk mengukur kemampuan para santri.

Acara yang digelar di Halaman Graha Kebangkitan Bangsa di Jl. RE. Marthadinata itu dimula sejak pukul 9.30 Wib. Turut hadir dalam pembukaan MKK, KH. Moh. Ali Ghafir, M.Pd (PP Sirajul Cholil Bangkalan), KH. Mauridi Masyhuri, Kh. Khlait Mahsus (PP. Al-Aziziyah I), dan Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir.

Sementara Ketua DPC PKB Mondir A Rofii dalam sambutannya memberikan semangat kepada seluruh peserta agar serius dalam mengikuti perlombaan ini. Karena lanjutnya, peserta yang lolos dalam seleksi tingkat Kabupaten, akan mengikuti MKK tingkat kabupaten se Madura yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren di Pamekasan. “Para santri yang ikut dalam lomba Musabaqah Kitab Kuning ini adalah santri-santri pilihan yang didelegasikan oleh pondoknya, harus bersemangat selain membawa nama Pondok, juga jika menang akan mendapatkan hadiah utama Umrah serta uang binaan Puluhan Juta Rupiah,” ungkap pria yang kini menjabat Wakil Bupati Bangkalan.

Dikatakannya, MKK menjadi barometer kemampuan para santri dalam membaca dan menggali luasnya samudera keilmuan, khususnya ilmu-ilmu klasik. Menurutnya Bisa mempelajari kitab-kitab klasik menjadi kewajiban para santri, di tengah gempuran aliran-aliran radikalisme yang mudah mengkafirkan orang lain. “Santri-santri ini adalah penerus perjungan islam ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah,” imbuhnya.

KH. Ahmad Muzawwir selaku ketua Garda Bangsa Bangkalan mengatakan bahwa MKK tahun ini melombakan 2 kategori, yaitu baca kitab Fathul Qarib dan hafalan Nadhom Imrithi (junior/ula), kitab Ihya’ Ulumuddin dan hafalan Nadhom Alfiyah (Senior/Ulya). “Jadi ada dua kategori, ada kategori junior atau yang biasa disebut kelas ula dan ada kategori senior atau ulya,” tutrnya saat dimintai keterangan.

Dijelaskannya, ada 40 peserta santri putera/puteri dari sekitar 25 pesantren yg ada di kabupaten bangkalan yang ikut MKK. Nantinya pemenang dari masing-masing kategori akan dikirim ke tingkat provinsi yang akan memperebutkan hadiah umroh dan uang pembinaan puluhan juta rupiah. “Jadi hadiahnya tidak main-main nanti kalau menang ditingkat pusat,” pungkasnya.

Reporter : Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here