Mengenal Ambar Pramudya Wardhani, Dara Cantik yang Terpilih Jadi Anggota DPRD Bangkalan

Ambar Pramudya Wardhani

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Namanya Ambar Pramudya Wardhani. Dara asal Desa Baipajung, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan itu terpilih menjadi anggota DPRD Bangkalan periode 2019-2024.

Ambar sukses mencuri hati pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) 6 yang meliputi Kecamatan Tanah Merah dan Burneh. Ia maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra.

Namanya tercatat sebagai peraih suara terbanyak di Dapil 6 pada Pemilihan Legislatif beberapa waktu lalu. Ia menduduki kursi pertama dari kuota 6 kursi di Dapil 6.

Meski saat ini usianya baru menginjak angka 23 tahun, alumni SMAN 2 Bangkalan itu terbukti mampu bersaing dengan Caleg lain yang usianya jauh lebih matang.

“Saya sejak kecil memang sudah tidak asing dengan dunia politik karena ayah saya adalah Kepala Desa,” ujar putri pasangan As’ad Abdul Haris Nasution dan Ernawati itu, Jumat (16/8/2019).

Saat memutuskan untuk terjun ke dunia politik di Bangkalan, gadis kelahiran 2 Juni 1996 itu sedang mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (Stiesia) jurusan Manajemen Perbankan semester 7.

“Waktu itu saya memutuskan untuk cuti kuliah agar bisa fokus di dunia politik,” katanya pada lingkarjatim.com.

Putri ketiga dari empat bersaudara itu menceritakan kiat suksesnya mengambil hati pemilih saat Pileg. Ia mengaku sudah sejak lama terjun di bidang sosial kemasyarakatan khususnya di Kecamatan Tanah Merah.

“Harus terjun langsung ke masyarakat. Memang kebetulan sudah sejak lama saya bersosialisasi dengan masyarkat,” ucap putri Kepala Desa Baipajung itu.

Ambar berjanji ketika sudah menjabat wakil rakyat nanti, ia akan memperjuangkan hak-hak masyarakat utamanya kaum perempuan yang ada di desa.

“Tentu saya harus dan akan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, karena saya ini wakil rakyat jadi harus siap melayani rakyat utamanya perempuan,” jelasnya.

Saat ini kata Ambar, banyak perempuan khususnya yang ada di desa masih beranggapan bahwa perempuan hanya sebatas bertugas menjadi ibu rumah tangga saja.

“Nah mindset seperti itu harus dirubah dan saya siap untuk memperjuangkan ketika nanti saya sudah dilantik,” pungkasnya. (Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here