Warga Bawean Desak Dishub Gresik Tak Merubah Jadwal Kapal

GRESIK, Lingkarjatim.com – Masyarakat Bawean mengeluh adanya perubahan jadwal kapal rute Gresik-Bawean, dan sebaliknya. Mereka resah karena bakal bingung dengan perubahan jadwal kapal yang tidak menentu.

“Apalagi infonya, pemerintah akan merubah jadwal kapal setiap bulan sekali. Saya yakin masyarakat pasti bingung, kalau jadwalnya tidak tetap,” kata Qurratun Aini, 25, warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Senin (17/6/2019).

Seperti diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik mengeluarkan kebijakan baru terkait jadwal kapal rute Gresik-Bawean dan sebaliknya. Dalam kebijakan itu, semua jadwal kapal yang ada dirubah total dari jadwal yang ada. Bahkan, rencananya perubahan jadwal kapal itu akan diberlakukan setiap bulan sekali alias tidak tetap.

Kebijakan adanya perubahan jadwal kapal tersebut dikeluarkan oleh Kepala Dishub Gresik Nanang Setiawan, tertanggal 14 Juni 2019. Perubahan jadwal itu berlaku terhitung mulai 18 Juni sampai 31 Juli 2019.

Menurut Ali, kebijakan pemerintah hanya akan membuat bingung masyarakat. Sebab, jadwal kapal yang ada telah melekat terhadap masyarakat Bawean. “Kalau ada perubahan jadwal yang tidak tetap, jelas masyarakat akan bingung. Apalagi warga Bawean yang merantau di Malaysia, Singapura, mereka bakal kesulitan mengatur jadwal untuk pulang ke Bawean,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Imam Mustafid Maulidan, 36, warga Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Bawean. Mustafid mengaku kecewa terkait adanya perubahan jadwal yang dikeluarkan oleh Dishub Gresik.

Sebab, adanya perubahan jadwal yang baru hampir sama dengan jadwal yang lama, yakni penumpang hanya dilayani satu kapal dalam sehari. Hanya saja, Dishub merubah jadwal keberangkatan kapal pada hari dimana kapal-kapal beroperasi.

Misalnya, Kapal Express Bahari sedianya beroperasi dari Gresik-Bawean, setiap hari Selasa-Kamis-Sabtu. Kini berubah jadwal pada hari Rabu-Sabtu.

“Kalau jadwal terbaru yang dikeluarkan Dishub, penumpang hanya dilayani satu kapal per-hari, lalu apa bedanya dengan dulu?. Mestinya dengan bertambahnya kapal baru, nantinya ada dua kapal yang berangkat setiap harinya, yakni pagi dan sore. Tentu itu sangat membantu masyarakat atau penumpang yang ingin ke Bawean,” kata Mustafid.

Mustafid berharap Dishub mengeluarkan jadwal tetap kapal alias permanen, bukan merubah jadwal yang ada. Sehingga calon penumpang tidak bingung.

“Saya berharap operator kapal dan Dishub segera mengkaji ulang jadwal tersebut demi melayani masyarakat. Dishub harus segera menyelesaikan persoalan ini, selaku pemegang kendali pengatur jadwal keberangkatan kapal rute Gresik-Bawean dan sebaliknya,” ujar Mustafid. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here