Tahun 2019, Surabaya Punya Kereta Gantung di Suramadu

Ilustrasi

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan wahana baru berupa kereta gantung di Jembatan Suramadu, di kawasan Kenjeran. Nantinya, wahana baru ini akan melintas di ketinggian dari Jembatan Suramadu, Taman Pesisir, Sentra Bulak hingga Jembatan Suroboyo.

Direktur Utama PT PP Properti Suramadu, Rudy Harsono, mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk membangun kereta gantung tersebut. Saat ini, kata Rudy, pihaknya sudah menyediakan lahan 6,5 hektar, yang nantinya juga akan dibangun sejumlah infrastruktur penunjang, seperti apartement, mall, office, dan lainya.

“Nantinya dari pihak kami akan membangun kereta gantung sepanjang 725 meter. Sebagai langkah awal untuk membangun kereta gantung itu, pondasinya akan dimulai dibangun akhir bulan April ini hingga tiga bulan kedepan,” kata Rudy, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/4).

Menurut Rudy, kereta gantung itu akan melintas di atas Jembatan Suramadu dengan ketinggian 25 meter. Pembangunan kreta gantung ini ditarget bisa digunakan akhir tahun 2018 ini.

“Kereta gantung itu sudah kami pesan dari Cina sebanyak 20 unit. Tiap unit nantinya akan bisa memuat maksimal 6 orang,” katanya.

Pengembangan kawasan Kenjeran, Surabaya, ini diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian warga sekitar. Bahkan, ia berharap industri-industri kreatif yang berasal dari para nelayan bisa berkembang. Untuk mendukung tumbuh kembangnya pelaku industri kreatif terutama terhadap anak-anak muda kreatif, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Kreavi.

Kolaborasi ini menghadirkan Kreavi challenge bertajuk Surabaya Ocean Resort Branding Challange. Kompetisi ini mengundang para pelaku ekonomi kreatif, para kreator dan desainer serta umum untuk turut serta merancang nama, logo, tagline, dan turunan desain yang akan dikembangkan di lahan 6,5 hektar itu.

“Sebenarnya, kami sangat bisa melakukan tender proyek ini. Namun, karena kami menilai anak-anak muda kreatif di Surabaya sangat banyak, dan Bu Wali Kota juga sangat konsen dalam pengembangan ekonomi kreatif dan anak mudanya, maka kami bikinkan challenge ini,” katanya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya menyambut baik berbagai kolaborasi ini, mulai dari pengembangan kawasan pesisir yang sudah disediakan 6,5 hektar hingga adanya kreavi challenge ini. Sebab dengan adanya kolaborasi ini, maka pesisir Kenjeran bisa semakin bagus dan berkembang wisata dan perekonomian warganya.

“Ini wujud nyata partisipasi publik untuk mengembangkan kawasan pesisir Kenjeran,” kata Kepala Sub Bagian Layanan Informasi Humas Pemkot Surabaya Jefry S.

Selain itu, kata Jefry, Pemkot Surabaya juga mendapat impact positif dari sisi pengembangan industri kreatif. Oleh karena itu, Jefry berharap kompetisi untuk industri kreatif ini tidak hanya berhenti sampai disitu, ia berharap ada kompetisi-kompetisi lain yang akan menyusul setelah ini.

“Jadi, koridor ini dibangun oleh Bu Wali bukan untuk titik akhirnya, tapi sebagai langkah awal untuk mengembangkan industri kreatif, sehingga temen-temen kreatif bisa menyalurkan ide-ide kreatifnya melalui kompetisi ini,” katanya. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here