Selain Perawat, Oknum Dokter di National Hospital Juga Tersandung Kasus Pelecehan Seksual

RS National Hospital

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Ada dua kasus pelecehan seksual di Rumah Sakit National Hospital. Sebelum terjadi kasus pelecehan seksual oleh oknum perawat terhadap pasien, juga pernah terjadi kasus serupa oleh oknum dokter terhadap calon perawatnya.

“Ada dua kasus, kasus pertama dugaan pelecehan seksual oleh dokter kepada calon perawat. Nah yang kedua adalah kasus oknum perawat terhadap pasien,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, Jumat (26/1).

Kasus yang pertama, kata Barung, saat ini tengah ditangani Polda Jatim. Sedangkan kasus oknum perawat terhadap pasien ditangani Polrestabes Surabaya.

Barung mengatakan, calon perawat yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter sudah melaporkan ke Polda Jatim pada Agustus 2017 lalu. Pelapor mengaku dilecehkan oknum dokter di National Hospital berinisial R, saat ia menjalani tes masuk sebagai perawat di National Hospital. “Kasus ini sudah tingkat penyidikan tetapi belum ada tersangka. Dokter yang dilaporkan juga sudah dimintai keterangan,” ujar Barung.

Sementara itu, kuasa hukum pelapor, Okky Suryatama, menjelaskan bahwa kasus yang menimpa kliennya (inisial O) terjadi pada Rabu pagi, 23 Agustus 2017. “Waktu itu klien saya lulus (pendidikan) perawat, terus melamar jadi perawat (di National Hospital),” kata Okky, saat dikonfirmasi.

O, lanjut Okky, lalu diminta untuk datang ke National Hospital Surabaya sekira pukul 09.00 WIB untuk menjalani tes kesehatan. Kemudian oknum dokter mengarahkan O ke ruangan medical checkup. “Semula ada tiga dokter laki-laki dan satu perawat perempuan menemani O di dalam ruangan. Kemudian yang lain ke luar, tinggal satu dokter berinisial R di dalam ruangan bersama klien saya,” katanya.

Beberapa saat kemudian, lanjut Okky, oknum dokter meminta O membuka baju. Dada kliennya diremas-remas. “Bukan hanya itu, oknum dokter juga meminta O agar membuka pakaian bawah. Bagian alat vital klien saya lalu dimasukkan dengan jari dokter itu,” katanya.

Karena merasa aneh, O menanyakan cara R mengetes itu ke dosennya. “Dokternya diam saja. Tetapi klien saya bertanya ke dosennya, katanya tidak harus begitu cara mengetes jadi perawat. Akhirnya klien saya langsung laporan ke Polda dan divisum,” ucap Okky.

Berdasarkan penjelasan pihak Kepolisian, lanjut Okky, kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Tetapi sampai kini oknum dokter belum ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah berbulan-bulan tapi sampai sekarang si dokter itu belum jadi tersangka,” kata Okky. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here