RSUD Syamrabu Bangkalan Dapat Bantuan APD Dari Pemprov Jatim

   
DATA UPDATE CORONA JAWATIMUR
TOTAL KASUS POSITIF 51
SEMBUH 5 PDP 142
MENINGGAL 2 ODP2.542

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebhu (Syamrabu) Bangkalan mendapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (24/03) kemarin.

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dokter Farhat Surya Ningrat membenarkan hal itu. Menurutnya, pihaknya tidak hanya mendapat bantuan APD, tetapi juga masker.

“Iya kami menerima bantuan APD dan masker kemarin dari ibu Khofifah,” kata dia, Kamis (26/03).

Farhat memaparkan, bantuan APD yang diterima RSUD dari Pemrov Jatim sebanyak 100 buah serta 1000 masker. Farhat bersyukur dengan adanya bantuan itu, sebab sebelum ada bantuan itu, stok APD dan masker di RSUD Bangkalan terbatas.

“Secara internal kita sudah order cuman barangnya sulit dan belum ada, jadi terbatas sekali. Untungnya ada dari provinsi, mungkin bertahan satu minggu atau dua minggu,” kata dia.

Baca Juga :  Menyoal Layanan RSUD versi Medsos, dr Farhat: Kami Tidak Anti Kritik

Sebelum bantuan itu datang, lanjut dia, pihaknya sempat menggunakan APD seadanya dalam menjalankan tugas menghadapi pandemi Covid 19 untuk kepentingan keselamatan tenaga medis.

“Sebelumnya kita pakai APD jenis jas hujan, karena yang beresiko itu bagi teman-teman yang bertugas di ruang isolasi, diruang rawat penyakit menular dan IGD,” lanjut dia.

Dokter spesialis kulit itu juga mengaku, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Pusat. Namun sampai detik ini bantuan itu belum datang.

“Kemungkinan yang kami pesan sendiri minggu depan akan datang. Jadi kemungkinan masih bisa mencukupi,” kata dia.

Farhat meyakini, bantuan APD dari Pemrof itu akan habis dalam waktu dekat, karena hanya bisa dipakai satu kali. Jika bantuan itu sudah habis, maka tidak menutup kemungkinan akan menggunakan APD seadanya kembali.

“Nanti kalau habis ya pakai jas hujan lagi, kalau gak gitu kasian teman- teman. Kita fokus ke temen-temen di lapangan, karena yang paling beresiko itu di tenaga Pelayanan,” ucap dia. (Moh Iksan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here