Ratusan Hektar Sawah di Jatim Gagal Panen

Ilustrasi kekeringan

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Luas sawah yang mengalami kekeringan di Jawa Timur mencapai 24.633 hektar. Dari jumlah itu, sebanyak 983 hektar tanaman padi mengalami puso atau gagal panen, karena kesulitan air.

“Luas tanaman padi di Jatim total 1.871.219 hektare. Dari angka itu, persentase luas tanaman padi yang kekeringan terhadap luas tanam mencapai 1,32 persen, dan persentase luas tanaman padi yang terkena puso terhadap luas tanam per musim tanam 0,05 persen atau 983 hektar,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo, di Surabaya, Senin (22/7/2019).

Selain tanaman padi, lanjut Hadi, kemarau di Jatim juga melanda lahan jagung yang juga gagal panen seluas 99 hektar, atau 0,01 persen dari 649 hektar yang mengalami kekeringan. Sementara itu, lahan sawah di Jatim yang ditanami jagung mencapai 946.844 hektar.

“Kalau yang terkena kekeringan 649 hektar, dan tanaman jagung yang kena puso seluas 99 hektar. Kalau dipersentasikan yang kena puso 0,01 persen,” katanya.

Menurut Hadi, kekeringan di Jatim tidak mengakibatkan semua komoditi tanaman gagal panen. Misalnya tanaman kedelai di Jatim tidak mengalami kendala gagal panen, meski mengami kekeringan. “Total luas tanaman kedelai mencapai 44.671 hektare, luas tanaman kedelai yang terkena kekeringan seluas 236 hektare,” ujarnya.

Meski demikian, Hadi menghimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir. Karena stok beras di Jatim cukup melimpah, bahkan bisa dikonsumsi untuk 15 provinsi lainnya di luar Jatim. “Masyarakat tidak perlu khawatir, karena produksi padi di Jatim masih surplus 3,2 juta ton hingga akhir 2019, stok padi masih melimpah,” kata Hadi.

Pemprov Jatim, kata Hadi, telah mengantisipasi dengan mengirim surat kepada kabupaten/kota di Jatim untuk mengantisipasi kekeringan. Di antaranya, Pemprov Jatim meminta agar petani segera melapor apabila wilayah mereka mengalami kekeringan, agar bisa segera diberi bantuan cadangan makanan berupa beras dan bibit pertanian, serta air bersih.

“Untuk daerah kategori rawan kekeringan adalah Tuban.  Kemudian daerah cukup rawan adalah Ngawi, Tulungagung, Madiun, Gresik, Mojokerto dan Lumajang. Sedangkan daerah yang sangat rawan adalah Lamongan, Bojonegoro dan Pacitan,” kata Hadi. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here