Anggota DPRD Jatim Desak Polda Tangkap Tersangka Pelecehan Santriwati Jombang

Gambar ilustrasi kekerasan seksual pada anak

JATIM, Lingkarjatim.com – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Mathur Husyairi menilai pihak kepolisian daerah (Polda) Jawa Timur pilih kasih dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jawa Timur.

Hal itu dia ungkapkan setelah Polda Jatim melakukan penangkapan terhadap seorang pendeta di Surabaya yang diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap jamaatnya selama kurun waktu kurang lebih enam tahun.

Padahal menurut Mathur, kejadian serupa juga dilakukan oleh tokoh agama di Jombang, seorang anak kiai di Jombang mencabuli santrinya namun sampai saat ini masih belum dilakukan penangkapan, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kenapa hanya pendeta yang ditangkap, sementara anak kiai di Jombang yang juga melakukan hal yang sama masih berkeliaran,” ujar dia, Selasa (10/03).

Tak hanya itu, Mathur juga mengatakan, tidak ada penanganan khusus terhadap kasus seperti itu, padahal tidak sedikit korban yang sudah berani melaporkan dan kasusnya sudah muncul ke permukaan.

Baca Juga :  Ke Bangkalan, DPRD Jatim: Lahan Bermasalah, Hambat Bantuan Sekolah

“Korban sudah muncul ke permukaan, tapi tidak ada yang mengawal itu, kelemahan kita disitu. Sementara pelaku masih nyaman berkeliaran,” kata dia.

Untuk itu, Mathur mendesak Polda Jatim untuk menangkap semua pelaku Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur khususnya pelaku pencabulan di Jombang.

Selain itu, Mathur juga berharap pemerintah provinsi Jatim menganggarkan penanganan dan pengawalan kasus tersebut, karena kejadian seperti itu sangat berpengaruh terhadap psikologi dan masa depan korban.

“Kasian, bagaimana nasib psikologi dan masa depannya kalau kejadian itu terus dibiarkan, kalau soal Anggaran, anggaran Pemprov cukup besar, di PAK saja selesai itu,” ucap dia. (Moh Iksan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here