Peduli Tenaga Medis, Pemkab Sampang Siapkan Insentif Perbulan

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang akan memberikan insentif bagi tenaga medis yang menangani wabah virus corona atau covid-19 di Kabupaten Sampang. Tak tanggung-tanggung dalam realisasi program tersebut akan diberikan setiap bulannya selama pandemi berlangsung. Selasa (02/06/20).

“Sasarannya, tenaga spesialis, dokter, perawat dan bidan serta tenaga lain yang berhubungan langsung dengan Covid-19 yang akan diberikan langsung dari pemerintah pusat,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang. Djuwardi melalui Bidang Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sampang Agus Mulyadi

Ia juga mengatakan, tenaga kesehatan yang ada tersebut harus memperoleh hak-haknya. Yakni, insentif tiap bulannya, karena selain mengabdi, juga mempertaruhkan nyawanya pada saat menangani pasien Covid-19.

Dikatakannya, sampai saat ini administrasi insentif tenaga kesehatan di Sampang masih dalam proses. Karena, proses administrasi insentif tenaga kesehatan itu dilakukan mulai dari rumah sakit diajukan ke Dinas Kesehatan Kabupaten selanjutnya diajukan lagi ke Provinsi hingga ke Pusat.

Baca Juga :  Maklumat Dekan FT UTM Terkait Corona

“Ada persyaratan dan harapan yang saat ini sedang dalam proses,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, untuk besaran insentif yang akan diterima oleh masing-masnig tenaga kesehatan itu bervariasi yakni, tenaga Spesialis maksimal mendapatkan Rp.15.000.000, Dokter Rp. 10.000.000, Perawat dan Bidan Rp. 7.500.000 serta tenaga Lain-lain Rp. 5.000.000.

“Insentif itu sudah sesuai pedoman, Mudah-mudahan besaran itu sesuai dengan pengorbanan,” imbuhnya.

Selain itu, tidak hanya tenaga kesehatan yang merawat langsung pasien di rumah sakit. Akan tetapi, juga diberikan kepada tenaga kesehatan yang melakukan telusur di Puskemas. Termasuk barang kali tim Kabupaten yang memang mengadakan telusur ke lokasi baik itu ke pasien maupun kepada kontak.

“Untuk tenaga kesehatan yang akan dihitung adalah memang yang bersentuhan langsung dengan pasien, hal itu tidak hanya terjadi di Balai Latihan Kerja (BLK) juga mulai dari tempat screening di rumah sakit. UGD, dan Cempaka, termasuk juga tenaga lain yang terlibat dalam penanganan Covid-19 yakni, Satpam dan sebagainya,” tegasnya. (Abdul Wahed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here