Setelah Menjadi PTN BLU Tunjangan Kinerja Pegawai Tidak Lagi Ditanggung APBN, Mampukah UTM Membayarnya ?

Bangkalan, Lingkarjatim.com,- Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Safi’ mengatakan bahwa peningkatan status kampus UTM dari PTN satker menjadi PTN BLU bukan tanpa kekurangan. Walaupun menurutnya masih lebih banyak kelebihannya sehingga dirinya tetap berkomitmen untuk mengajukan perubahan status tersebut.

“Ada beban memang, makanya dari satker ke BLU itu kan plus minus, walaupun setelah kita hitung lebih banyak plusnya,” ucap Safi’ Rabu (31/05/23).

Kekurangan ketika menjadi PTN BLU menurut Safi’ adalah beban anggaran yang harus dikeluarkan oleh lembaganya menjadi lebih besar, hal tersebut terjadi karena tunjangan kinerja yang awalnya dibebankan ke APBN setelah menjadi PTN BLU berubah menjadi beban kampus itu sendiri.

“Minusnya apa? Ya itu dia beban PNBP kita menjadi lebih berat,Pada saat masih satker, Tukin itu dibebankan ke APBN di kementerian,
Nah itu yang awalnya menjadi beban APBN menjadi bergeser menjadi beban kita,” tegasnya.

Namun begitu, Dr. Safi’ tidak menilai hal tersebut sebagai masalah, bahkan menurutnya hal tersebut merupakan tantangan untuk dirinya sebagai pimpinan kampus agar bisa lebih kreatif dan bekerja lebih keras lagi agar performa keuangan bisa lebih meningkat

“Nah itu minusnya, dan itu menjadi tantangan kita, makanya itu tugas kampus, tugasnya UTM khususnya saya selaku pimpinan, nah itu harus peras otak bagaimana performa pendapatan kita itu harus mengalami peningkatan,” ucpanya dengan penuh optimis seraya berkomitmen untuk tidak mencari solusi dengan cara membebani mahasiswa.

“Cuman saya tidak berfikir untuk menambah beban mahasiswa, kita hindari sepanjang masih bisa mencari alternatif lain, dan insaAllah kita bisa,” ucapnya dengan penuh percaya diri.

Leave a Comment