Dinilai Akan Rusak Keutuhan NKRI, PBNU Minta Ade Armando Tak Angkat Isu Politik Identitas

NASIONAL, Lingkarjatim.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik salah satu pegiat media sosial, Ade Armando soal pernyataannya terkait Pilpres tahun 2024.

Pernyataan Ade Armando sebelumnya diunggah di kanal YouTube CokroTV dengan judul ‘Ade Armando: BILA SUARA UMAT KRISTEN TERBELAH, ANIES AKAN MENANG’.

Dalam video tersebut, Ade Armando membahas tentang pemetaan suara pada pilpres 2024. Hal yang menonjol dalam video Ade itu adalah ‘kalau umat Kristen kompak, Anies akan gagal. Kalau suara umat Kristen terbelah, Anies akan melenggang menjadi presiden’.

“Soal video saya, pemilih pada 2024 nanti, kemungkinan besar yang menentukan hasil akhir adalah pemilih Kristen,” kata Ade yang juga dosen di Universitas Indonesia (UI).

Menurutnya, jumlah pemilih muslim untuk Anies dan Ganjar Pranowo bersaing ketat. Namun, apabila pemilih Kristen tidak kompak, itu keuntungan bagi Anies.

Baca Juga :  Total Pendaftar PPK di Bangkalan Mencapai 681 Orang

“Kalau orang-orang Kristen itu terbelah, maka mungkin sekali Anies yang menang. Misalnya 50:50 atau 60:40, walau Ganjar dapat 60%, tetap terbuka kemungkinan yang akan menang adalah tetap Anies,” kata Ade.

Kubu Anies dinilainya sadar betul dengan signifikansi suara pemilih Kristen. Maka, pendekatan dilakukan untuk menggaet suara warga Kristiani.

“Saya ingin mengingatkan teman-teman Kristen, jangan mau dimanfaatkan seperti itu,” ujar Ade.

Pernyataan tersebut menuai kritikan dari sejumlah pihak, salah satunya PBNU. PBNU menilai Ade Armando tidak seharusnya mengangkat isu politik identitas khususnya identitas Kristen dalam politik karena akan merugikan umat Kristen.

“Jika ada persepsi bahwa umat Kristen berhadapan secara politik dengan kelompok lain, konsekuensinya akan berbahaya sekali bagi masa depan umat Kristen itu sendiri. Memperalat identitas agama dalam politik sangat berbahaya terhadap keutuhan bangsa,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Sulaeman Tanjung dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Baca Juga :  Ngopi Bersama, Dua tokoh Ini Sempat Dicurhati Harga Minyak Goreng yang Melambung Tinggi

Sulaeman menolak keras pemakaian politik identitas dalam kontestasi politik. Dia mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“PBNU menentang penggunaan politik identitas dalam pilpres maupun pemilihan kepala daerah, karena cara seperti ini, akan merusak keutuhan bangsa dan NKRI. PBNU menghimbau kepada semua pihak agar tidak terpancing isu identitas agama atau isu-isu lain yang akan memecah belah keutuhan bangsa ini,” tulisnya

Menanggapi hal itu, Ade Armando tak terima disebut sebagai pemecah belah. Menurutnya, dia ingin semua calon presiden di Pilpres 2024 bertarung adu gagasan, mengedepankan rasio, bukan menggunakan agama. Ade menyatakan akan melawan politik identitas.

“Saya tidak terima dibilang pemecah belah. Yang pemecah belah itu ya kubu Anies, yang menggunakan terus simbol-simbol agama agar orang memilih Anies,” kata Ade Armando, Kamis (3/11/2022) seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (05/11/2022)

Baca Juga :  DPR Tetapkan 7 Calon Anggota KPU dan 5 Anggota Bawaslu RI Periode 2022-2027

Pegiat media sosial ini menjelaskan, pihak yang memecah belah adalah pihak yang menggunakan politik identitas demi memenangkan misinya. Ade juga tidak merasa sebagai pelaku politik identitas.

“Ini bukan politik identitas. Kalau saya misal mengatakan pilihlah Anies atau Ganjar Pranowo karena agama atau sukunya, itu politik identitas,” ucapnya. (Moh Iksan/Hasin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here