Hadiri Pengajian, Warga Asal Madura Kena Copet di Surabaya


SURABAYA, LingkarJatim.com- Hermi (22) Jemaah asal Bangkalan, Madura kecopetan di dalam Masjid Nasional Al Akbar saat menghadiri pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kelurahan Pagesangan, Jambangan Kota Surabaya, kemarin.

“Usai acara selesai sekitar jam 21.30 WIB saya ingin salaman kepada KH. Dury Syamsuri (Penceramah), gak tahunya ada yang ngambil HP ku yang ditaruh di kantong baju sebelah kanan,” ungkapnya kepada wartawan Lingkarjatim.com, (Senin malam, 8 Mei 2017).

Dia tidak menyangka ada orang yang berani mencopet di dalam masjid, padahal pada waktu itu Kiyai sudah memberikan ceramah agama. Kata dia, warna hitam yang didalamnya ada file penting berupa nomor telepon koleganya dan terdapat file skripsi.

“Kalau ditotal HP dan aksesorisnya sekitar 3 juta rupiah dan itu aku baru beli,” ujar mahasiswa Semester 8 Fakultas Syariah dan Hukum UINSA ini.

Hermi, sangat menyayangkan kepada scurity Masjid, karena dianggap kurang merespon terhadap musibah yang menimpanya. Meskipun sudah melapor kepada security tapi malah saling lempar tanggung jawab.

“Ketika aku lapor security, malah aku disuruh lapor ke MC tapi kata MCnya aku disuruh lapor Kepala Scurity. Setelah aku datangi ruangannya tapi dia tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, Waris salah satu keamanan di Masjid AL Akbar Surabaya mengatakan, sistem keamanan di Masjid sudah dibagi, ada yang jaga didalam dan di luar ruangan. Tapi menurutnya jumlah security masih kurang dan kamera CCTV di dalam masjid perlu diganti. Meskipun dia sudah lapor kepada pihak Yayasan Masjid tapi tidak di ada hasil.

“Jumlah scurity 18, ketika shif yang jaga 5 orang, itu masih kurang untuk masjid seluas ini dan CCTVnya kurang terang. Aku sudah lapor tapi tidak digubris,” pungkasnya. (Sul/Nir)

Leave a Comment