Jelang Bulan Ramadan, Ada Tradisi Unik Di Bangkalan

foto : Tandon PDAM Bangkalan. oleh Tim Bangkalan memory

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Kali ini kami diizinken oleh Direktur PDAM untuk blusuken di Menara Air/Tandon/Waterleiding van Bangkalan di Jalan Jaksa Agung Suprapto, dibangun pada tahun 1927. Saat tiba di gedung itu waktu sudah menunjukken Jam 10.00, matahari mulai merangkak naik tepat di atas ubun-ubun. Salah seorang staf PDAM memandu kami untuk bisa naik ke atas tandon.

Dan ini ternyata bukan hal yang mudah. Sebab tidak ada tangga yang langsung menuju ke atas. Jadi terpaksa kami memanjat tembok pembatas antara PDAM dan TK YKK setelah itu merayap di atas genting PDAM , baru berpindah ke atap lantai 1.

Hanya berbekal BoNek alias bondo nekad, kami mulai naik menyusuri anak tangga sau persatu. Angin mulai berhembus kencang, sempat terpikir juga dalam benak kami “ini aman apa gak yaa…” Dan kami beraniken diri untuk terus memanjat hingga akhirnya sampailah di atas tandon air ini.

Dari atas nampak sekali pemandangan kota Bangkalan dari segala arah hingga pulau Karang Jamuang/Nyamogen di selat Madura arah barat. Di Puncak tandon air ini masih terpasang Sirine yang sering kita dengarken pada saat Detik-Detik Proklamasi ata saat menjelang buka puasa dan waktu imsyak di bulan Ramadhan.

Tandon air ini sudah lama tidak digunaken lagi karena debit air tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air, maka saat ini digunaken mesin pompa untuk memproduksi air bagi warga Bangkalan. Bak penampungan air di lantai dasar sudah tidak ada lagi berganti ruang kerja PDAM. Tinggi bangunan sekitar 20 meter.

Plakat masih terpasang dengan kokoh dan masih terbaca dengan baik. Pada puncak tandon air masih terpasang Sirine dan masih berfungsi dengan baik pula. Biasanya sirine ini dibunyiken pada Detik-Detik Proklamasi, setiap buka puasa dan imsak di bulan Ramadhan. (Bangkalan memory/nir)

Leave a Comment