Petugas Pemilu 2019 di Sampang Meninggal

Isteri dan tiga anak mohammad Mustofa saat ditemui di rumahnya di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Muhammad Mustofa (48), salah seorang petugas PPS bagian keamanan atau Linmas asal Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, meninggal dunia usai bertugas di TPS 04 Kelurahan, Dalpenang pada pemilu 2019.

Dua hari setelah pemungutan suara Pemilu 2019, kesehatan Mustofa mulai menurun. Kemudian dilarikan ke Puskesmas Banyuanyar untuk mendapat perawatan.

Ibu Sania, Istri Mustofa menceritakan, suaminya bekerja selama dua hari saat pemilu 17 April 2019 kemarin. Sebelum pelaksanaan pencoblosan, Mustofa ikut serta membantu mendirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 Kelurahan Dalpenang. Kemudian, saat pencoblosan, suaminya bekerja sebagai Linmas hingga tengah malam.

“Sebelumnya tidak pernah mengeluh sakit, tapi setelah bertugas, malah mengeluh sakit nyeri-nyeri di sekujur badannya. Saat itu suami saya pulang pukul 01.00 Wib dini hari. Karena sakitnya semakin terasa, akhirnya dibawa di puskesmas Banyuanyar untuk mendapatkan pengobatan selama empat hari,” ceritanya usai prosesi pemakaman umum di Jalan Teratai, Selasa (30/4/19).

Karena kondisinya tak kunjung membaik, Ibu Sania mengaku jika suaminya dirujuk ke rumah sakit RSU dr Soetomo, Surabaya, Namun nyawanya tak tertolong.

“Hari Minggu kemarin dibawa ke Surabaya. Sempat dirawat di Surabaya, tapi Senin malamnya, setelah maghrib meninggal dunia,” tuturnya sedih.

Sania mengaku, Almarhum yang menjadi tulang punggung, kini meninggalkan tiga anak laki-laki.

“Tiga anak, yang pertama duduk di kelas II bangku SMP, yang kedua duduk di kelas III SD dan ketiga masih belum sekolah,” paparnya.

Sementara Divisi SDM dan Parmas KPU Sampang, Ach Ripto mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya anggota Linmas atas nama Mohammad Mustofa yang bertugas di TPS 04 Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang. Pihaknya berharap kepada pihak keluarga khususnya Ibu Sania selaku istri almarhum untuk mengikhlaskannya.

“Kami dari KPU akan memperjuangkan agar dapat santunan dari pemerintah sebagaimana yang sudah diputus oleh Menteri Keuangan. Secara berjenjang, kami sudah sampaikan kepada kepada KPU Provinsi agar disampaikan ke KPU RI. Kami berharap kepada Istri almarhum agar bersabar dan tawakal menerima apa yang sudah ditakdirkan,” ucapnya. (Hol/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here