Akibat Kelelahan, Ketua KPPS Polagan Opname di Rumah Sakit

Saat komisioner KPU Sampang menjenguk ketua KPPS yang dirawat

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Akibat kelelahan saat bertugas sebagai ketua KPPS TPS 15, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang Kota, Moh Anwari (65), sudah tiga hari masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang.

Memasuki hari ketiga perawatan Jumat (26/4/2019) di ruangan Bugenfil, lantai 2 nomor 4a, Moh Anwari masih terlihat lemah dengan selang infus yang menempel dibadannya.

Saat ditemui, ia menjelaskan kondisinya drop pasca pemungutan suara Pemilu 2019. Saat pulang kerumah ia tidak sadarkan diri dan langsung dibawa kerumah sakit oleh keluarga.

“Mungkin karena saya sudah tua stamina kurang begitu kuat, saat kerja ekstra 24 jam mulai persiapan pemungutan suara hingga penghitungan di tingkat TPS pemilu 2019, namun alhamdulillah dibantu para anggota yang ada semua tugas di TPS sudah selesai dan berjalan dengan baik,” jelas Moh Anwari yang juga pensiunan guru itu.

Sementara Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Sampang Ach. Ripto saat menjenguk Moh Anwari mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan bahwa ada anggota dari badan adhoc jatuh sakit. Ia selaku komisioner KPU Sampang langsung melihat kondisi yang bersangkutan.

“Kalau untuk Kabupaten Sampang, laporannya baru ada satu KPPS ini yang sakit atas nama Moh Anwari, untuk yang lain masih belum ada, hal ini akan kami teruskan pada KPU RI untuk mendapatkan sentunan karena sakit saat menjalankan tugas pemilu 2019,” katanya.

Dia menegaskan, jika ada anggota dari badan adhoc KPU seperti KPPS yang jatuh sakit atau meninggal karena tugas waktu Pemilu 2019, maka pihaknya akan memberi santunan. Hal itu sesuai dengan keputusan yang disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan apabila ada dari badan adhoc yang sakit atau pun meninggal karena tugas Pemilu 2019, diharapkan secepatnya melapor kepada KPU Sampang.

“Bagi teman-teman adhoc yang ada di bawah, kalau menemukan teman-teman yang sakit karena tugas waktu Pemilu untuk segera melapor. Nanti kami laporkan ke Jawa Timur,” pungkasnya. (Hol/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here