Mengenal Pasar Kutukan yang Dikelola BUMDes Di Kabupaten Blitar

Menuai Prestasi Dari Pemprov Jatim

 BLITAR, LingkarJatim.com РPasar Kutukan dinyatakan sebagai pasar terbaik I dalam lomba pengelolaan pasar desa tingkat Propinsi Jawa Timur. Pengumuman tersebut disampaikan pada saat pencanangan BBGRM di Tulungagung. Prestasi ini tentu saja menjadi spirit dan juga anugerah tersendiri bagi pengelola khususnya dan Kabupaten Blitar pada umumnya.

Pasar Kutukan berdiri tahun 1947 di Pohono salah satu wilayah di dusun sumber dan tahun 1965 pindah ke Kutukan. Nama Kutukan sendiri berasal dari sebuah kisah dimana masyarakat jaman dulu yang akan berangkat ke hutan dan melewati tempat tersebut selalui menemukan asap yang tak pernah berhenti sepanjang hari. Asap tersebut berasal dari perapian yang selalu dinyalakan oleh penduduk sebagai wujud rasa syukur atas rejeki yang diterima dari Yang Maha Kuasa. Dari asap tersebutlah maka penduduk sekitar menamai daerah tersebut daerah yang ada kutukan. Kutuk dalam bahasa Jawa artinya adalah asap.

Desa Slorok adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Garum yang terletak sekitar 4 km dari kantor Kecamatan ke arah Gunung Kelud. Mayoritas penduduknya bertani, berternak dan pedagang. Karena itulah Pasar Kutukan mampu bertahan ditengah perkembangan jaman yang serba modern.

Pasar tradisional ini juga menjadi sentra ekonomi bagi desa lain disekitarnya bahkan sampai pada kecamatan lain. Mayoritas pedagang berasal dari Desa Slorok dan sekitarnya. Pasar Kutukan memiliki 4 sesi perdagangan, Jam Pagi Grosir sayur dengan bakul ethek atau pedagang sayur keliling. Jam normal mulai jam 7 pagi sampai jam 13 adalah pedagang kebutuhan pokok dan kelengkapannya.

Pasar Sore dimulai jam 14 sampai dengan jam 19 adalah pedagang lauk dan berbagai macam kuliner kemudian malam mulai jam 19 sampai tengah malam bahkan sampai subuh adalah wisata kuliner dan mainan anak-anak.

Pasar kutukan dipimpin oleh kepala pasar bernama Nurudin Yusuf. Beliau adalah seorang pedagang pasar dan salah satu warga Desa Slorok yang bersedia labuh Desa dan mencurahkan tenaga dan waktunya demi kemajuan Desa. Dalam melaksanakan tugasnya Bapak Nurudin dibantu oleh Sirojudin selaku bagian administrasi dan keuangan dan beberapa petugas lapang.

Pasar Kutukan adalah pasar yang ditunjang dengan adanya berbagai fasilitas sesuai kebutuhan mulai dari sanitasi pasar, sarana informasi, keamanan pasar, tempat ibadah, sarana keehatan, pengelolaan sampah dan ruang menyusui.

Pasar Kutukan juga memiliki legalitas lengkap, paguyuban dan kerja sama dengan pihak ketiga. Sejak tahun 2012 Pasar Kutukan juga menjadi salah satu unit usaha BUMDes Karya Madani Sejahtera, Badan Usaha milik Desa Slorok.

BUMDes Karya Madani Sejahtera memiliki beberapa unit usaha yaitu pengelolaan pasar desa, simpan pinjam dan pengolahan pupuk organik. BUMDes dipimpin oleh seorang direktur Ibu Lilis Ana Piara dibantu sekretaris Fitri Arianto, bendahara Ariyanti dan kepala unit usaha.

Dalam pelaksanaan kegiatannya BUMDes melaporkan kegiatan dan keuangan secara berkala pada Kepala Desa. Pengelolaan aset desa ini dilakukan sebagai amanah dari UU dan peraturan yang berlaku. Dengan prestasi yang diraih oleh salah satu unit usaha ini merupakan cambuk bagi pengelola dan pengurus BUMDes untuk berbenah agar mampu mempertahankan prestasi.

Keberhasilan yang dicapai pasar Kutukan tidak mungkin lepas dari usaha dan dukungan berbagai pihak terutama kepala Desa Bapak Zaenal Mustofa, S.Pd.I. Kepala Desa memegang peranana penting dalam peningkatan perekonomian Desa dan selama ini mampu membawa kemajuan bagi Desa Slorok. BRAVO PASAR DESA ! (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here