Disdik Sampang : Sanksi Untuk Kepala SMPN 2 Kedungdung Sudah Diproses

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Salah satu kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 2) Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur melakukan pungutan liar (pungli) terhadap siswanya yang tidak mengikuti kegiatan kemah pramuka.

Tindakan melanggar tersebut dibuktikan dengan pengakuan kepala SMPN 2 Kedungdung, Abd Aziz. Diakui setelah ramai diberitakan beberapa waktu sebelumnya. Adapun kebijakan itu yakni, siswa yang tidak ikut kegiatan kemah dikenakan sanksi pembelian tongkat yang disedikan oleh pihak sekolah dengan harga sebesar Rp30 ribu per siswa.

“Kesalahan dari kami karena mengeluarkan kebijakan sanksi berupa uang, sedangkan sanksi itu dari pihak sekolah dan tidak mengumpulkan orang tua siswa terlebih dahulu,” kata Abd Aziz kepala SMPN 2 Kedungdung Sampang.

Kebijakan penerapan sanksi siswa yang tidak ikut kemah dengan membeli tongkat peramuka yang disedikan oleh sekolah itu tindakan yang tidak diperbolehkan. Namun, hingga kini Disdik Sampang belum mengeluarkan sanksi.

Katanya, sanksi kepala SMPN 2 Kedungdung itu sudah diproses sesuai meknisme yang ada. Dan sebelumnya yang bersangkutan sudah dilakukan pemanggilan ke dinas.

“Sanksinya masih proses. Yang jelas kami sudah memanggil yang bersangkutan dan mengakui perbuatannya,” kata Kepala Disdik Sampang, Edi Subinto melalui Plt Kabid GTK Imron, Senin (24/7/2023).

Kemudian Imron mengatakan, bahwa sanksi yang akan diberikan kepada kepala sekolah tersebut merupakan sanksi satu (1), yakni peringatan dan berlanjut pada pengambangan. Namun, untuk surat peringatan itu belum diserahkan kepada yang bersangkutan.

“Kalau untuk punishment belum bisa dipastikan, karena dia itu PNS,” tutupnya. (Jamaluddin/)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here