Maju Pilkada 2020, Dua dari 14 Pejabat Pemprov Jatim Harus Mundur

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Sebanyak 14 pejabat Pemprov Jawa Timur akan pensiun pada Desember 2020 mendatang. Dua orang di antaranya lantaran maju pada Pilkada Serentak, dan harus mundur dari jabatannya jika sudah mengantongi rekomendasi partai politik (parpol).

“Jadi yang akan pensiun pada bulan September ada 10 orang, dan dua orang pensiun bulan Desember. Sementara dua orang lagi yakni Kepala Bakorwil Pamekasan Fattah Jasin, dan Kepala Dinas ESDM Setiajit, maka totalnya ada 14 orang hingga akhir tahun ini,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Nurkholis, dikonfirmasi, Rabu, 29 Juli 2020.

Setiajit dipastikan maju sebagai calon bupati (cabup) Tuban, dan hingga kini masih belum mengantongi rekomendasi dari parpol. Sementara Fattah Jasin hendak maju sebagai Bupati Sumenep, Madura, sudah mendapat rekom dari PKB. Namun hingga kini masih belum mengundurkan diri. “Maka harus mundur, dengan catatan Pak Fattah dan Pak Setiajit dapat rekom (dari parpol),” katanya.

Nurkholis mengatakan, pihaknya akan melakukan open bidding untuk mengisi jabatan tersebut. Salah satu syaratnya, yakni untuk eselon 2A (kepala badan dan kepala dinas) pangkatnya minimal harus 4B, sedangkan untuk Kepala Biro harus berpangkat 4A.

“Yang baru-baru ini ikut open bidding ada 188 orang dari 13 jabatan. Kita tidak bisa menentukan siapa yang akan jadi karena semuanya harus melalui hasil assesment,” jelasnya.

Assesment sendiri bukan dilakukan oleh Pemprov Jatim, melainkan dari Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. “Dari assesment itu diambil lima besar, dan kemudian didalami dengan wawancara hingga menjadi dua besar, kemudian diajukan ke Gubernur untuk dipilih,” katanya.

Sementara untuk PNS, Nurkholis menyebut ada 2.521 PNS yang memasuki masa pensiun tahun 2020 ini. Jumlah itu terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 1.319 orang, tenaga kesehatan 329 orang, dan 873 tenaga teknis. Sementara pada 2021, sebanyak 2.495 PNS yang memasuki masa pensiun, yakni 1.221 tenaga pendidik, 368 tenaga kesehatan dan 906 tenaga teknis.

Hingga saat ini, kata Nurkholis, masih belum ada informasi lebih lanjut terkait open rekrutmen CPNS 2020. Meski berdampak terhadap kurangnya pegawai setiap tahunnya, Nurkholis menyebut tidak akan mengangkat Pegawai Tidak Tetap (PTT), dan memaksimalkan pegawai yang ada. “Kalau pun ada PTT, itu hanya menggantikan yang pensiun atau yang mengundurkan diri,” kata Nurkholis. (Amal Insani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here