Tak Ada Dokter Spesialis, Layanan Kesehatan Dua Puskesmas Kepulauan Dikeluhkan

Foto : Kantor Puskesmas Arjasa, Sumenep.

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan khususnya di dua Puskesmas yakni Puskesmas Arjasa dan Kangayan Sumenep tanpaknya kurang maksimal. Hal itu karena selama ini, banyak pasien bedah sesar terpaksa dirujuk ke RSUD Dr. Moh Anwar Sumenep karena tidak memilik dokter spesialis.

Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma menyatakan pekan kemarin dirinya sudah melakukan pengecekan ke ke Puskesmas Arjasa dan hasilnya memang keluhan masyarakat soal pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat Kangean tidak maksimal.

“Salah satunya yaitu tidak adanya dokter spesialis,” katanya. Minggu (21/5/17).

Dari sisi sarana dan fasilitas menurut Herman kesehatan dinilai reprsentatatif, sebab di tahun 2016 Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk pembangunan gedung dan alat kesehatan Puskesmas Arjasa. Namun, Pusat pelayanan kesehatan primer itu tidak diimbangi dengan tenaga medis yang memadahi terutama dokter speasialis.

Akibatnya, alat kesehatan yang ada tidak dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, sejumlah pasien tidak dapat dilayani di Puskesmas karena tidak ada tenaga dokter spesialis.

”Yang dialami warga setempat adalah banyak  pasien seperti bedah sesar, patah tulang, dan yang perlu operasi berat terpaksa harus dirujuk ke RSUD Dr Moh Anwar Sumenep dan RSUD Pamekasan karena tidak ada dokter spesialis,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Puskesmas Arjasa, Daeng Musaid mengakui, keberadaan tenaga dokter sangat dibutuhkan. Saat ini, tenaga dokter di Puskesmas Arjasa ada tiga orang yaitu satu dokter gigi dan dua dokter umum, sedangkan dokter spesialis belum ada.

”Kamib sudah berulangkali mengajukan supaya disiapkan tenaga dokter spesialis, namun sejauh ini belum ada realisasi. Kebanyakan dokter tidak mau kalau ditugaskan di kepulauan. Terangnya. (lam/nir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here