Mahasiswa Abdimas UTM Ajak Warga Bandungan Untuk Membuat Pudding Talas Lapis dan Kroket Singkong

BANGKALAN, lingkarjatim.com – Kegiatan ABDIMAS-21 desa Bandungan, kecamatan Pakong, kabupaten Pamekasan salah satunya adalah pelatihan pembuatan produk unggulan berupa Pudding Talas Lapis dan Kroket Singkong. Kegiatan ini berupa pelatihan mengenai cara pembuatan inovasi terhadap potensi pangan di daerah setempat yaitu talas dan singkong. Pemberian inovasi pudding talas dan kroket singkong bermula dari kurangnya variasi produk berbahan dasar talas dan singkong, yang mana masyarakat setempat hanya mengolahnya untuk direbus ataupun dijadikan kripik. Sejalan dengan dari pelatihan ini yaitu memberikan inovasi baru terhadap bahan dasar talas dan singkong yang dapat dijadikan sebagai usaha baru bagi ibu-ibu warga desa Bandungan, disajikan sebagai cemilan dalam keluarga maupun dalam acara penting seperti pernikahan, hari raya, dan acara penting lainnya.

Kegiatan pelatihan pembuatan produk unggulan ini dilaksanakan selama dua hari yakni pembuatan pudding talas dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2019 dan pembuatan kroket singkong pada tanggal 01 Januari 2020 di Aula Balai Desa Bandungan. Pada pelaksanaan pelatihan Pudding Talas Lapis, ibu-ibu desa bandungan sangat berantusias dan merasa kagum terhadap inovosi yang dilakukan oleh mahasiswa Abdimas. Ibu Sab’ah mengungkapkan “Saya baru mengetahui bahwa talas dapat diolah menjadi pudding dan talas yang dijadikan bahan dasar pudding ini tidak terasa gatal”. Ibu Linda menambahkan “Pudding ini terasa sangat lembut dan tidak seperti agar-agar yang biasa saya buat yaitu antara santan dan agar-agarnya dapat menyatu, ini sebuah pudding yang baru saya ketahui” ujar mereka, Minggu (30/12/2019).

Baca Juga :  Abdimas UTM di Desa Murtajih Mampu Sulap Siwalan jadi Produk Unggul Desa

Para ABDIMAS-21 menjelaskan bahwa “Talas tidak terasa gatal sebab setelah talas dikupas, talas tersebut direndam denganair garam selama kurang lebih 15 menit, kemudian dicuci bersih. Hal itulah yang menyebabkan kadar getah talas berkurang sehingga talas tidak terasa gatal”. Selain itu yang menyebabkan santan dan bahan pudding lainnya dapat menyatu dengan baik yaitu perpaduan antara takaran santan,susu, agar-agar dan nutrijell yang pas dan menyebabkan pudding memiliki tekstur yang lembut.

Sama halnya dengan pelatihan sebelumnya, pelatihan pembuatan kroket singkong juga mendapat respon positif dari ibu-ibu warga desa Bandungan. Pada pelatihan tersebut para ABDIMAS-21 menjelaskan cara pembuatan kroket dengan jelas dan runtut. Mulai dari pembuatan bahan kulit kroket, isian kroket dan lapisan kroket, serta tak lupa pemberian stiker pada kemasan untuk menarik dan mempercantik produk. Pada saat mencoba hasil olahan kroket singkong Ibu Salamah mengungkapkan “saya baru mengetahui bahwa singkong dapat dijadikan kroket dan rasa kroketnya tidak terasa berbahan dasar singkong serta kroket ini sangat cocok dijadikan sebagai suguhan berbagai acara”. Ujarnya, Selasa (01/01/2020).

Baca Juga :  Abdimas Mahasiswa UTM, Latih Warga Tanjung Bumi Manfaatkan Potensi Lokal Daun Kelor Menjadi Brownies dan Mie

Ibu Linda juga !mengungkapkan “Inovasi produk yang dilakukan oleh ABDIMAS-21 baik pudding talas lapis maupun kroket singkong ini sangat menarik danj sangat mudah untuk dibuat namun memiliki cita rasa yang enak dan dapat dijadikan usaha baru bagi saya dan ibu-ibu warga Bandungan lainnya dan disukai oleh berbagai kalangan terutama anak-anak maupun remaja desa setempat sebab sangat kekinian”.

Kegiatan pelatihan ini berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh ABDIMAS-21, yang mana hasil dari pelatihan tersebut dapat dijadikan dapar inovasi baru terhadap olahan berbahan dasar talas dan singkong, selain itu juga dapat dijadikan usaha baru yang dapat menambah peghasilan bagi ibu-ibu warga desa Bandungan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here