Siapa Sosok Yang Pas Pimpin Bangkalan? Ini Kata Kepala Balitbang

    Hasan Bukhori Kepala Balitbang Bangkalan di ruang kerjanya, Senin (03/04). (Foto for lingkarjatim.com)

Lingkarjatim.comBangkalan – Dari hasil pengamatan Badan Penelitian Dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Bangkalan terhadap masalah pemerintahan yang terjadi, maka kedapan perlu pemimpin yang bisa menguasai medan guna bisa memperbaiki masalah-masalah yang terjadi tersebut.

Kepala Balitbang Kabuputen Bangkalan Hasan Bukhori mengatakan, Kabupaten Bangkalan perlu sosok pemimpin yang memenuhi kriteria sebagai pemimpin pembuat sistem yang baik. Jika tidak menurutnya, jangan berharap dalam waktu 5 tahun Bangkalan bisa berkembang. “Kalau saya berharap pemimpin bangkalan itu adalah sosok yang mengerti tentang birokrasi yang tau persis di lapangan bukan hanya sekedar politisi yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi,” uajrnya saat ditemui di kantornya, Senin (03/04).

Oleh karena itu lanjutnya, ada beberapa aspek penting yang menjadi poin penting pemimpin bangkalan kedepan. Yang pertama adalah program perencanaan yang selama ini tidak berdasarkan pada keadaan dan kebutuhan yang sebenarnya. Menurutnya selama ini acuan dalam membuat program perencanaan hanya berdasarkan pada program tahun sebelumnya. “Nah ini yang kemudian menjadi masalah tidak bisa mewadahi aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Kemudian yang kedua lanjutnya adalah masalah budaya yang masih dipertahankan oleh para pejabat birokrasi. Termasuk budaya mengacu pada tahun sebelumnya dan budaya tidak tulus dan tertekan dalam bekerja karena merasa takut pada penguasa. “Ketika ada sesuatu yang tidak sesuai prosedur dan tidak jujur ya kita harus berani untuk menyikapinya dengan benar, jangan takut,” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, yang ketiga adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjabat harus sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Karena pada kenyataannya selama ini banyak pejabat yang tidak sesuai dengan kompetensi, sehingga menyebabkan kerja yang tidak profesional dan tidak terarah. “Oleh karena itu dinas terkait harus memiliki barometer Pak Jamal PU (pangkat, jabatan, masa kerja, latihan, pendidikan, usia). Nah itu yang harus menjadi pertimbangan dalam penempatan pejabat,” tuturnya.

Yang keempat lanjutnya, harus ada sistem yang baik sehingga bisa menjadi panutan oleh semua pejabat. Setelah tercipta sistem yang baik maka tidak perlu di ganti-ganti lagi. “Nah kalau sudah tercipta sistem yang baik tidak akan ada lagi pegawai yang bekerja merasa tertekan, pasti akan bekerja dengan tulus sesuai sistem yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here