Perjuangan Bidan Dwinning Obati Orang Gangguan Jiwa di Kecamatan Kokop

Pembentukan Posyandu Jiwa di Kecamatan Kokop

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Tingginya angka orang gangguan kesehatan jiwa di Kecamatan Kokop, Bangkalan membuat Dinas Kesehatan setempat harus berjuang ekstra keras untuk mengatasi hal tersebut. Beruntung di Kecamatan Kokop ada seorang tenaga kesehatan yang sangat peduli dengan orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Dwinning Rosowati salah satu Bidan yang bertugas di Kecamatan Kokop sudah setahun lebih berjuang mengobati orang-orang yang mengalami gangguan jiwa di Kecamatan Kokop. Meski awalnya sendirian ia tetap bersemangat untuk membantu orang dengan gangguan kesehatan jiwa.

Tak mudah memang bagi seseorang Dwinning berjuang seorang diri untuk bisa maksimal dalam mengobati orang-orang dengan gangguan jiwa. Apalagi waktu itu sangat minim dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

Beruntung lambat laun ia tidak sendirian. Sebagian masyarakat setempat mulai terketuk hatinya untuk ikut membantu Dwinning dalam mengobati orang gangguan jiwa. Bahkan diantara penduduk setempat ada yang rela untuk menjadi relawan.

Sampai saat ini sudah ada enam orang warga setempat yang menjadi relawan kesehatan jiwa yang mau bekerja tanpa imbalan. Keenam relawan itu bertugas untuk berkeliling dari desa ke desa di Kecamatan Kokop untuk mencari orang yang mengalami gangguan jiwa.

“Terutama penderita gangguan jiwa berat yang di pasung oleh keluarganya itu kita prioritaskan,” ujarnya, Sabtu (9/6/2018).

Meski ditengah keterbatasan perjuangan Dwinning dan relawannya membuahkan hasil. Sampai saat ini sudah ada tiga orang dengan gangguan jiwa berhasil disembuhkan.

Berkat usahanya yang gigih akhirnya Dwinning mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Melalui Dinas Kesehatan Bangkalan dibentuklah Posyandu Jiwa di Kecamatan Kokop pada hari Rabu tanggal 30 Mei 2018.

“Ini memang sudah sesuai dengan program Dinas Kesehatan yaitu program kesehatan jiwa,” jelasnya.

Menurut Dwinning program tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap penderita gangguan jiwa. Apalagi saat ini lanjutnya, banyak penderita gangguan jiwa yang berkeliaran di jalan bahkan sampai ada yang di pasung bertahun-tahun.

“Untuk itu di Bangkalan sendiri saat ini program tersebut sudah mulai di galakkan,” kata wanita yang beberapa waktu lalu mendapat penghargaan dari Lingkar Jatim itu.

Dibentuknya Posyandu Jiwa di Kecamatan Kokop sebagai langkah awal dari Dinas Kesehatan Bangkalan untuk lebih memperhatikan penderita gangguan jiwa. Posyandu Jiwa tersebut adalah yang pertama kali dibentuk di Kabupaten Bangkalan.

“Ini baru yang pertama di Kokop sebagai Posyandu percontohan, mungkin daerah lain akan segera menyusul,” ujar Dwinning.

Lebih lanjut Dwinning menjelaskan sampai saat ini sudah ada sekitar 46 pasien dengan gangguan jiwa berat yang terdaftar di Posyandu Jiwa Kecamatan Kokop. Sedangkan untuk pasien gangguan jiwa ringan ada sekitar 91 orang.

“Ya ini semua hasil dari pencarian para relawan kami keliling dari kampung ke kampung,” tuturnya.

Dengan banyaknya pasien yang harus ditangani tersebut tentu saja tidak mudah bagi Dwinning. Banyak tantangan yang harus dihadapi salah satunya keterbatasan stok obat-obatan. Tak jarang ia kehabisan stok obat gangguan jiwa di Posyandu.

“Memang itu kendala utama kami selama ini sering kehabisan stok obat,” ucapnya.

Untuk itu ia meminta kepada dinas terkait untuk lebih memperhatikan stok obat untuk pasien penderita gangguan jiwa di Kecamatan Kokop.

“Saya berharap agar pengajuan obat untuk segera di respon dan segera dikirim,” pintanya.

Kedepan ia berkeinginan untuk pasien yang telah sembuh dari gangguan jiwa akan diberikan pelatihan berwirausaha, salah satunya dengan diajari membuat produk-produk lokal seperti tas dan lain-lain.

“Nah hasilnya nanti akan kita tawarkan ke instansi-instansi yang ada. Ini lho hasil kerja pasien yang telah sembuh,” pungkasnya. (Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here