Meski Baru Seumur Jagung, TUK Garam dan Kelautan UTM Dipercaya Gelar Uji Kompetensi

Peserta uji sertifikasi kompetensi garam dan kelautan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Semangat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mengembangkan industri garam nasional terus digenjot. Buktinya, setelah ditunjuk sebagai Pusat Unggulan Inovasi (PUI) Garam, UTM dipercaya untuk menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Garam dan Kelautan.

Hebatnya TUK Garam dan Kelautan UTM baru mendapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kelautan di Jakarta pada bulan November 2018 kemarin.

“Alhamdulillah baru seumur jagung TUK Garam dan Kelautan UTM sudah dipercaya untuk menggelar uji sertifikasi kompetensi,” ujar Dr Agus Romadhon Ketua TUK Garam dan Kelautan UTM, Selasa (18/12/2018).

Dijelaskan Dr Agus, untuk uji sertifikasi kompetensi garam dan kelautan digelar selama dua hari mulai tanggal 17-18 Desember 2018 di Gedung Rektorat UTM lantai 7.

“Jadi pelaksanaannya dua hari dimulai kemarin hari Senin dan sekarang hari terakhir,” imbuhnya.

Kata Dr Agus ada 50 peserta yang mengikuti uji sertifikasi kompetensi garam dan kelautan dari berbagai daerah penghasil garam se Indonesia.

“Pesertanya mulai dari perusahaan, koperasi, petani dan pengusaha,” tutur pria yang juga menjabat Ketua Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Fakultas Pertanian UTM.

Ada dua bidang dalam uji sertifikasi kompetensi tersebut. Pertama bidang perencanaan lahan garam dan kedua bidang bahan baku garam.

“Ada dua sesi, pertama uji tanya jawab dengan asesor dan dilanjutkan dengan uji praktek,” ucapnya.

Lebih lanjut Dr Agus menjelaskan, peserta uji sertifikasi kompetensi garam dan kelautan yang ikut saat ini adalah mereka yang sudah berpengalaman di bidang garam.

“TUK kita sudah yang P3. Jadi khusus untuk yang sudah berpengalaman bukan yang masih pemula,” kata pria asli Bangkalan itu.

Diharapkan dengan uji sertifikasi kompetensi ini akan ada standarisasi garam nasional. Pasalnya menurut Dr Agus, selama ini teknis produksi garam antara wilayah di Indonesia tidak sama.

“Jadi diharapkan nanti akan ada standarisasi teknis produksi garam di Indonesia sama,” tambahnya.

Setelah ada standarisasi kata Dr Agus, untuk menuju swasembada garam di Indonesia akan lebih mudah.

“Tiap daerah nanti kan bisa sama. Jadi akan lebih mudah untuk swasembada garam,” jelasnya.

Rencananya uji sertifikasi kompetensi garam dan kelautan tersebut akan digelar setiap tahun tergantung dari peserta yang mendaftar.

“Sekarang ini kan sudah jamannya profesi apapun harus disertifikasi,” pungkasnya. (Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here