Kunjungi UTM, Syafiuddin Asmoro Bahas Perpres 80 Tahun 2019

Anggota DPR RI, Syafiuddin Asmoro saat rapat dengan civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Syafiuddin Asmoro melakukan kunjungan kerja (kungker) ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jumat (31/01).

Kunjungan itu untuk membahas percepatan pembangunan di Madura yang tertuang dalam peraturan presiden (Perpres) nomor 80 tahun 2019 dengan segenap civitas akademika UTM.

Syafiuddin menyampaikan, untuk menyambut Perpres itu masyarakat Madura harus mempersiapkan Sumberdaya Manusianya.

“Saya berharap UTM nantinya bisa menjadi laboratorium bagi masyarakat Madura khususnya di Bangkalan,” kata dia saat pertemuan di gedung rektorat UTM.

Politisi Partai PKB itu juga meminta UTM untuk ikut terlibat dalam menyambut Perpres nomor 80 itu terutama dalam kajian-kajiannya dan peningkatan kualitas SDMnya.

“Karena UTM yang tau kebutuhan masyarakat Madura, maka kami minta UTM terlibat dalam industri ini,” kata dia.

Baca Juga :  Syafiuddin Asmoro Dorong Percepatan Pembangunan di Jawa Timur

Sementara itu, Rektor UTM, Syarif menyampaikan, pihaknya sudah komitmen membangun dan meningkatkan perekonomian Madura

“Kami siap, karena memang dari dulu kajian-kajian pembangunan Madura ini sudah banyak, tinggal dipertajam difokuskan saja,” ujar dia.

Namun meski begitu, pembangunan itu tidak hanya terfokus pada seberapa banyak pembangunan yang akan dilakukan, melainkan juga harus memperhatikan permasalahan-permasalahan yang akan timbul.

“Kalau hanya terlena pada banyaknya program tanpa melihat aspek-aspek lain, maka pembangunan itu tidak akan bisa diimplementasikan dengan baik,” kata dia.

Tak hanya itu, menurut dia, ekonomi Madura saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain. “Ekonomi Madura masih 4 persen, untuk bisa sejajar dengan daerah lain harus mencapai sekitar 8,5 persen, sehingga perlu ada percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Terkait peningkatan SDM, Syarif mengaku hal itu merupakan kewajibannya, tinggal bagaimana mengembangkan kualitas SDM itu. (Moh Iksan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here