Ini Alasan PDIP dan PKB Lebih Memilih Gunakan Dapil 2014

Gambar ilustrasi

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Tiga partai politik yakni, Nasdem, Demokrat, dan PBB memang menolak atas perampingan dapil untuk pemilihan umum 2019 yang diusulkan oleh KPUD Bangkalan juga menolak usulan beberapa partai untuk tetap mengacu pada dapil 2014, demisal DPC PDIP Bangkalan dan DPC PKB yang mengusulakn tetap mengacu pada dapil 2014.

Ketua DPC PDIP Bangkalan Fatkhurahman membeberkan alasan mengapa ia mengusulkan untuk tetap mengacu pada dapil 2014. Menurut dirinya, dapil untuk pemilu 2019 tidak harus di tata kembali. Sebab, dapil 2014 sudah sesuai dengan 7 prinsip yang sudah ditentukan.

“Untuk apa dapil itu harus di otak atik lagi. Kalau dapil 2014 itu masih mau di otak atik seharusnya dapil 2009 itu tidak usah dirubah ke dapil 2014, sekarang sudah enak mau dirubah lagi, terus maunya apa,” ujarnya, Selasa (23/1/2018).

Yang mengusulkan untuk tetap berpedoman pada dapil 2014 kata dia, tidak hanya PDIP, namun partai-partai besar lainnya mayoritas mengusulkan itu. “Jika ketua-ketua partai sudah mengusulkan dapil 2104, mengapa harus dirubah lagi. Saya rasa tidak ada partai kecil yang dirugikan,” paparnya.

Lantas bagaimana dengan usulan beberapa partai yang meminta untuk kembali berpedoman kepada dapil 2009, sehingga tidak ada kesenjangan dan juga memberikan peluang kepada partai kecil untuk bersaing?, Dan mengapa PDIP enggan kembali berpedoman ke dapil 2009?

Pria yang akrab disapa Ji Kur, mengatakan setiap partai sama-sama memiliki peluang yang sama. Menurut dirinya, jika harus kembali ke dapil 2009 maka, partai harus mengulang kembali untuk membina konstituennya.

“Itu tergantung kader partai bagaimana mempromosikan partainya. Kalau dirubah kan kasihan partai yang sudah membina konstituen, apa kebutuhannya. Kami itu selalu memperhatikan mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Bangkalan Khotib Marzuki mengatakan, apa yang diusulkan oleh PKB yakni tetap menggunakan dapil 2014 sesuai dengan 7 prinsip yang disampaikan oleh KPUD Bangkalan yakni salah satunya adalah prinsip ketersambungan pemilu sebelumnya.

“Pemilu ini kan 2019, sebelumnya kan 2014 berarti kan ada ketersambungan,” katanya.

Menurut Khotib, dalam hal ini PKB berpedoman kepada Kaidah fiqih yaitu Almuhafadotu alaa qodimissolih’ Walakhdu biljadiidil aslaah. Artinya, PKB berprinsip mempertahankan sesuatu yang lama yang bagus (dapil 2014) atau Walakhdu biljadidi aslaah yang artinya, mengambil yang baru yang lebih bagus.

“Perampingan menjadi 5 dapil yang diusulkan oleh KPUD, PKB siap mengikuti itu,” cetusnya.

Khotib juga menyampaikan hal yang sama dengan ketua DPC PDIP Bangkalan bahwa semua partai memiliki peluang yang sama baik kembali berpedoman pada dapil 2009 atu dapil 2014 bahkan dapil yang diusulkan oleh KPUD Bangkalan.

“Partai kecil maupun besar sama-sama memiliki peluang yang sama kok,” tutupnya. (Atep/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here