Diminta Disiplin, Sebanyak 400 ASN Bangkalan Ikut Implementasi Pencegahan Tipikor

Acara sosialisasi implementasi pencegahan Tipikor dalam rangka kegiatan pembinaan disiplin PNS tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bangkalan menjadi atensi utama bagi Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Untuk menjaga itu, ratusan ASN diberi bekal lewat sosialisasi implementasi pencegahan Tipikor dalam rangka kegiatan pembinaan disiplin PNS tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Bangkalan di Gedung Pertemuan kampus Ngudia Husada Madura, Selasa (05/03/2019).

Kegiatan pencegahan korupsi itu diikuti oleh sekitar 400 ASN yang terdiri dari Kepala Sekolah, Kasubbag Kepegawaian di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta bagian Bendahara OPD. Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bangkalan Drs Moh Mohni.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan agar ASN selalu menjunjung tinggi kedisiplinan dalam bekerja. Wabup meminta kesadaran bersikap disiplin harus dimulai dari diri sendiri.

“Terutama ketika masuk jam kantor harus tepat waktu. Selain itu harus taat aturan. Itulah yang dinamakan kedisiplinan yang dimulai dari diri sendiri,” ungkapnya.

Membiasakan bersikap disiplin ini tidak hanya diserukan kepada mereka yang berstatus ASN. Pemerintah setempat juga menerapkan pengawasan terhadap seluruh Kepala Desa dan semua perangkatnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pelanggaran dalam mengelola pembangunan di tingkat Desa.

“Rata-rata kepala desa lemah dalam mengelola administrasi desa. Makanya kita terus berikan pendampingan. Disitulah bentuk pengawasan Kita. Makanya nanti bertahap sosialisasi pengawasan serta penegakan kedisiplinan. Harapannya agar semua terhindar dari tindak pidana korupsi,” ujar Wabup.

Sementara itu, Kepala BPKSDA Bangkalan Moh Ghufron menyatakan sosialisasi yang digelar lembaganya tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan ASN terlibat praktek korupsi. Mereka akan diberi pemahaman mengenai pengambilan kebijakan yang tidak melanggar aturan.

“Kami mengharapkan lewat kegiatan ini semua ASN bekerja dengan cerdas. Tidak ada lagi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terlibat korupsi. Itulah salah satu alasan kita menyelenggarakan acara ini,” ungkap Ghufron. (Zan/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here