Diduga Melakukan Pungli, Pelayanan Puskesmas Dikeluhkan Pasien

Foto: Puskesmas Geger Bangkalan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com– Belum sepekan, Satgas Saber Pungli melakukan rapat kordinasi pencegahan pungutan liar (pungli) bagi pelayanan publik Bangkalan, kini pelayanan Puskesmas Kecamatan Geger dikeluhkan masyarakat.

Dugaan Pungli itu terjadi ketika Rohimah, warga Desa Dabung Kecamatan Geger mau melahirkan anak pertamanya. Namun sampai ditengah perjalanan menuju puskesmas setempat, Rohimah melahirkan diatas mobil pickup yang ia tumpangi pada pukul  24.00 Wib, Kamis (23/11/2017) dan tiba di puskesmas sekitar pukul 01.00 Wib.

Sesampainya di Puskesmas Rohimah dilakukan perawatan medis. Sekitar pukul 06.00 Wib. Jumat (24/11/2017) keluarga Rohimah melakukan pembayaran biaya persalinan diloket, sebesar Rp. 200.250.

Tak berselang lama, salah satu perawat Puskesmas meminta biaya lagi sebesar Rp. 600.000 tanpa memberikan penjelasan untuk apa uang tersebut.

“Bu Lina masih minta uang lagi ke saya, katanya disuruh Bu Sofi,” Ucap Rohimah kepada Lingkarjatim.com, Jumat (8/12/2017).

Sedangkan adik kandung Rohimah, Abdurrahman yang juga pengurus karang taruna Desa Dabung, Kecamatan Geger memberikan keterangan Bahwa Bu Sofi sempat menelpon dirinya untuk memberikan kwitansi.

“Jawabannya hanya disuruh ke kantornya. Katanya mau tak buatkan nota,” kata Abdurrahman.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, Bu Sofi merupakan kepala kebidanan di puskesmas Geger, yang dulunya pernah menjabat sebagai Bendahara Puskesmas Geger.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kepala Puskesmas Geger, Aris Budiardjo  menjelaskan bahwa ada kesalahpahaman antara pihak keluarga dan petugas Puskesmas.

Kata Aris, dabna sebesar Rp 600 ribu itu sebagai uang jaminan biaya pemotongan Ari-ari dan perawatan medis lainnya. Sebab, lanjutnya, Rohimah belum memiliki KTP dan KSK Bangkalan.

“Kalau Rohimah memiliki KTP asli sini kita bisa menggratiskan biaya persalinan. Uang 600 ribu itu akan kita kembalikan dengan syarat keluarga Rohimah melampirkan KTP dan  KSK. Nanti akan kita masukkan ke Jampersal dan itu gratis,” jelasnya.

Menurut Aris, uang Rp 600 ribu merupakan biaya persalinan normal. “Nah uang itu menjadi jaminan, jika Jampersal sudah selesai maka kita kembalikan,” tuturnya. (gazan/diq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here