Bupati Bangkalan Optimis Bangkalan Bisa Jadi Kabupaten Maju

R Abd Latif Amin Imron dan Muhni pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron optimis Kabupaten Bangkalan kedepan bisa menjadi Kabupaten yang lebih maju dari pada Kabupaten lain yang ada di pulau Madura.

Pasalnya, Kabupaten Bangkalan memiliki potensi yang sangat besar yang bisa dijadikan modal untuk mencapai cita-cita kemakmuran dan cita-cita kesejahteraan rakyat.

“Karena Kabupaten Bangkalan ini memiliki potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang sangat besar,” kata Ra Latif usai melakukan Sertijab di Pendopo Agung Bangkalan, Jumat (28/9/2108).

Sebab kata Ra Latif, jika ditinjau dari letak geografis Kabupaten Bangkalan merupakan Kabupaten yang sangat strategis, sebagai pintu keluar dan pintu masuk pulau Madura. Bahkan Kabupaten Bangkalan ini merupakan etalase dari pulau madura.

“Maka sudah selayaknyalah jika Kabupaten Bangkalan ini lebih maju dari kabupaten lain nya dipulau madura,” ujar Ketua DPC PPP Bangkalan ini.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dan sinergi internal di Pemerintah Kabupaten Bangkalan, juga akan melakukan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah diatasnya, yaitu pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan.

“Oleh karena itu, kami nyatakan bahwa ikhtiar mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Bangkalan untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan kami mulai,” tandasnya.

“Dengan bacaan Bismillahirrohmanirrohim, derap Pembangunan di Kabupaten Bangkalan ini kami lanjutkan,” cetusnya.

Ra Latif berharap Allah SWT mengabulkan niat baik masyarakat Bangkalan, mengabulkan cita-cita masyarakat Bangkalan dan mengabulkan ikhtiar yang pihaknya lakukan untuk kemajuan pembangunan bagi Kabupaten Bangkalan ini.

“Semoga Allah juga mengabulkan ikhtiar kami untuk membawa kemajuan kabupaten Bangkalan menjadi kabupaten dan kota metropolis kedua setelah kota surabaya, tetapi tetap menjunjung tinggi nuansa dan norma-norma budaya lokal,” pungkasnya. (Atep/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here