Batik Tulis Tasikmalaya Karya Warga Tanjung Bumi Banyak Diminati Pecinta Batik

Yani Pratiwi (kiri) Saat Menunjukkan Batik Tanjung Bumi dengan Motif Tasikmalaya

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Berawal dari kebiasaan seorang istri yang sedang menunggu suaminya berlayar ke pulau seberang, lantaran Sang istri tidak memiliki kegitan dirumah sehingga melakukan kegiatan kerajinan membatik untuk menghabiskan waktu sembari menunggu sang suami pulang dari berlayar. Hingga sekarang kerajinan membatik di Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan sudah menjadi kebiasaan perempuan di Tanjung Bumi.

Bahkan sekarang kerajinan membatik di Tanjung Bumi tidak hanya untuk menghabiskan waktu luang saja, tapi  sudah menjadi penghasilan utama bagi masyarakat Tanjung Bumi. Uniknya tidak hanya perempuan bahkan laki-laki di Tanjung Bumi banyak yang memilih terjun ke dunia industri batik.

Menurut salah satu pengrajin batik Tanjung Bumi Yani Pratiwi ada banyak motif batik hasil kerajinan warga Tanjung Bumi. Diantaranya motif perahu layar, tasikmalaya, panji susi, panji lekok, bintang seribu, bangompay, piring pecah, dan masih banyak motif lain di Tanjung Bumi.

“Kalau sekarang banyak motif-motif modern, kombinasi dari isian klasik tapi dengan style modern,” paparnya.

Sampai saat ini kata Yani, Tanjung Bumi masih tetap menjadi sentra batik tulis di Bangkalan. Sebab Tanjung Bumi masih tetap mempertahankan nilai seni tulis diatas kain putih. Masih menurut Yani, batik tulis yang paling banyak diminati pecinta batik tanah air dan manca Negara ialah batik dengan motif tasikmalaya.

“Karena batik tulis motif tasikmalaya ini paling sulit tapi banyak peminatnya, bahkan banyak yang dijiplak ke print. Kalau harganya dari Rp.250 ribu sampai jutaan mas tergantung kualitasnya,” ungkapnya.

Batik tulis Tanjung Bumi tidak hanya terkenal dikancah Nasional saja. Tapi juga dikancah Internasional. Akan tetapi kata Yani, dikancah Internasional lebih terkenal dengan Batik tulis Indonesia.

“Kalau dulu waktu saya masih SD banyak turis main-main ke Tanjung Bumi, tapi sekarang sudah jarang, Karena banyak orang Tanjung Bumi yang buka toko di Bangkalan bahkan di Surabaya dan Jakarta,” ujarnya.

Saat ini Yani memproduksi batik lebih ke modern, namun tetap dengan isian klasik dengan motif style modern. Hal itu dilakukan Yani untuk menarik minat pemuda untuk menyukai Batik tulis. “Saya lebih mengembangkan kreasi saya mas, agar lebih dminati anak muda, kan anak muda sekarang tidak suka pake batik, jadi saya kreasikan gitu, agar bisa masuk ke style ank muda mas,” pungkasnya. (atep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here