Zawawi Imron: Berpikirlah dengan Hati yang Jernih, Maka Kemuliaan Akan Menyelimutimu

D Zawawi Imron (kiri) saat menjadi pembicara dalam acara pengukuhan pengurus FKUB Bangkalan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Semakin banyak rintangan yang dihadapi oleh bangsa ini di dalam mengisi pembangunan di segala bidang, baik rintangan yang berasal dari dalam maupun rintangan yang berasal dari luar negara Indonesia.

Salah satu tantangan yang berasal dari dalam negara ini adalah berkaitan dengan kondisi penduduk Indonesia yang beraneka ragam.

Keanekaragaman suku, agama, ras, dan budaya Indonesia dengan jumlah penduduk ratusan juta jiwa, pada satu sisi merupakan suatu kekayaan bangsa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Namun pada sisi lain, kondisi tersebut dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan nasional apabila terdapat ketimpangan pembangunan, ketidakadilan dan kesenjangan sosial dan ekonomi, serta ketidakterkendalian dinamika kehidupan politik.

Semisal, saat ini media sosial seringkali dijadikan objek oleh onknum untuk menebar kebencian, caci maki, fitnah, hoax dan lain-lainnya dengan menjadikan suku, agama, ras, dan budaya sebagai alat.

Sudah sewajarnya bangsa yang memiliki beragam suku, agama, ras, dan budaya ini saling menghormati serta saling menghargai satu sama lain.

Rasa itu akan terwujud apabila penduduk negeri ini dapat berpikir dengan hati yang jernih. Hal itu diungkapkan Budayawan asal Madura Zawawi Imron, saat menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan dengan tema ‘Membumikan nilai-nilai toleransi dalam bingkai NKRI’ pada acara Pengukuhan Pengurus FKUB Kabupaten Bangkalan, di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (4/10/2018).

“Dulu di Bugis itu ada kata-kata Berhikmah, artinya berpikirlah kamu dengan hati yang jernih. Maka kemuliaan akan menyelimutimu. Kenapa, karena dekatnya kita dengan tuhan, jadi tak punya waktu untuk membenci orang lain. Mengata-ngatai orang lain, menyebar ujaran kebencian,” paparnya.

“Jadilah kamu orang yang bisa merasa, janganlah kamu jadi orang yang merasa bisa. Oleh karena itu senyumlah kamu dari hati yang bersih,” imbuhnya.

Dalam budaya madura disebutkan, jika orang mulia akhlaknya, ketika dipandang akan menyejukkan hati (Mon oreng se begus tatakramanah, mon epandeng macellep ateh, Madura red). Jadi, kata pria yang akrab disapa pakde Zawawi ini, agamanya apapun, kalau akhlaknya bagus akan tetap menyejukkan hati.

“Orang yang punya tatakrama sama dengan uang emas, mau dibelanjakan dimanapun pasti akan laku,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pakde Zawawi mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, Umumnya Madura, khususnya Bangkalan untuk hidup rukun mumpung masih hidup. Karena kerukunan itu penting.

“Indonesia ini termasuk dari 6 Negara yang memiliki tanah subur dan indah. Jadi harus dijaga dan dirawat oleh hati yang tulus dan indah,” ujar pria asli Sumenep ini.

Menurut pakde Zawawi, indah yang paling penting bagi manusia adalah akhlak yang mulia. Kalau Bangkalan ini damai, maka akan harum. Begitupun negera ini, akan harum jika penduduknya damai dan saling menghormati serta saling mengahargai antara satu sama lain.

“Sekarang kita spirit melawan hawa nafsu agar tidak menyakiti orang lain,” pungkas Budayawan yang populer dengan puisi Madura Akulah Darahmu. (Atep/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here