Usia Satu Abad Lebih, Sumiati Jadi Calon Haji Tertua di Jatim

Sumiati

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Sumiati, 107, warga asal Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, menjadi calon haji tertua di Embarkasi Surabaya, Jawa Timur. Nenek dengan tiga anak dan empat cucu ini tidak menyangka bisa meraih impiannya untuk menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, doa saya terkabul. Saya setiap hari berdoa memohon agar diberi umur panjang, agar bisa berangkat haji. Alhamdulillah terkabul,” kata Sumiati, ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (24/7/2019).

Nenek Sumiati mengaku telah lama ingin ke Tanah Suci, untuk menyempurnakan rukun Islam kelima itu. Ia rela menunggu lebih dari satu abad untuk menggapai cita-citanya berhaji. “Saya sudah lama sekali ingin berangkay haji. Alhamdulillah, Allah memberi saya rejeki melalui anak-anak untuk biaya haji,” katanya.

Kondisi fisik Sumiati tampak sehat. Meski usianya lebih dari satu abad, suaranya pun masih terdengar jelas. Demikian juga dengan penglihatan dan kaki Sumiati, masih normal tanpa menggunakan alat bantu.

Nenek Sumiati lantas berbagi tips kebiasaan hidup sehatnya selama ini. Salah satunya, selalu makan sayuran dan minum air putih. “Saya makannya sayuran dari hasil kebun sendiri, dan minumnya selalu air putih. Alhamdulillah selama ini saya hampir tidak pernah sakit,” katanya.

Selain itu, nenek kelahiran 1 Juni 1912 itu, juga mengaku rutin bangun pagi untuk solat tahajud pukul 03.00 WIB. Ia tekuni sejak usia 30 tahun. Bahkan, nenek Sumiati juga rutin menjalankan puasa Senin Kamis hingga saat ini.


“Alhamdulillah, setiap hari Senin-Kamis rutin puasa, setiap hari saya juga bangun pagi jam 03.00 WIB. Setelah itu sholat tahajud, sekalian nunggu shubuh. Setelah sholat shubuh, saya tidur lagi sebentar,” katanya.

Ibu dari 3 anak ini menambahkan resep hidupnya hingga dapat menjalani hingga usia senja masih tetap dalam keadaan bugar. Resepnya, kata dia, sabar, ikhlas dalam menjalani hidup serta rajin berdoa. “Kuncinya ya itu, selalu sabar, ikhlas, dan rajin berdoa,” ujarnya.

Sesampainya di Tanah Suci nanti, Sumiati hanya berharap mendapat berkah dan ridho Allah. “Semoga ibadah ini lancar dan diberikan kesehatan. Saya juga ingin berdoa di sana untuk almarhum suami. Kemudian doakan anak-anak dan cucu semuanya menjadi soleh solehah dan diberikan kesehatan selalu,” nenek Sumiati. 

Janda 50 tahun itu akan berangkat bersama anaknya, Yatim Dwi Kaeksi. Nenek Sumiati tergabung dalam kelompok penerbangan (kloter) 53, yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pukul 15.00 WIB, Rabu, 24 Juli 2019. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here