Tahun 2019, Sumenep Dapat Tambahan Anggaran 63 Miliar dari Pemprov Jatim

Wakil Ketua DPRD Sumenep Moh. Hanafi

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 63 milyar. Penambahan dana itu bersumberkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Tambahan anggaran tersebut sebagai reward (penghargaan) kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep karena mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Setelah Sumenep mendapat penghargaan WTP, kemudian pembahasan APBD 2019 tercepat se Indonesia, maka ada tambahan anggaran,” kata Wakil Ketua DPRD Sumenep Moh. Hanafi, Rabu (28/11).

Saat ini tambahan anggaran 63 Milyar tersebut sedang dalam pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran (Timgar) Setkab Sumenep. Pembahasan tersebut untuk menyinkronkan penggunaannya.

Setelah itu selesai, Kata Hanafi, maka akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara pimpinan DPRD dengan Bupati sebelum dikirim kembali kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk ditetapkan di APBD 2019.

Penambahan itu kata Hanafi diketahui setelah hasil evaluasi APBD 2019 selesai oleh Gubernur Jawa Timur. Hasil kesepakatan antara legislatif dan eksekutif akan dibawa pada rapat paripurna yang dijadwalkan dalam pekan ini.

“Kemudian nanti secara otomatis akan dimasukan pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS),” Tambahnya.

Selain itu, dana 63 Milyar tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur. Karena dari total APBD anggaran untuk infrastruktur belum mencapai 25 persen.

“Sesuai hasil evaluasi dari Dirjen, anggaran transfer untuk pembangunan belum memenuhi 25 persen, makanya penambahan itu akan difokuskan pada infrastruktur,” Tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan anggaran tersebut diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur. Baik untuk perbaikan infrastruktur di daerah daratan maupun kepulauan.

“Tapi infrastruktur dimaksud bukan hanya untuk jalan,” Kata Edi.

Dia mencontohkan sebagian anggaran tersebut nantinya akan diperuntukan pembangunan lanjutan pasar tradisional Lenteng dan Pasar Tradisional Ganding.

Saat ini dua pasar tradisional yang berada di kecamatan wilayah barat Kabupaten Sumenep sedang direnovasi. Renovasi Pasar Ganding dianggarkan sekitar Rp3,143 miliar, kemudian Pasar Lenteng sendiri anggarannya sekitar Rp3 miliar.

“Sudah di list semua, pasar Lenteng dan Ganding kami upayakan untuk diselesaikan,” Tukas Mantan Kadis PU Bina Marga Sumenep itu. (Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here