Stunting Bahaya Bagi Anak, Ny Zaenab Latif Ajak Masyarakat Bangkalan Lakukan Pencegahan

Ketua PKK Bangkalan Ny Zaenab Zuraidah Abdul Latif

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Istilah stunting mungkin terasa asing bagi masyarakat Bangkalan. Padahal, menurut Riset Kesahatan Dasar (Rikesdas) angka Stunting di Kabupaten Bangkalan mencapai angka 43 persen atau hampir setengah balita mengalami stunting. Bahkan angka ini diatas stunting di Jawa Timur yaitu 26,7 persen.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak.

Selain menghambat pertumbuhan, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Oleh karena itu salah satu cara yang dilakukan Pemerintah Bangkalan untuk menangani dan mengurangi stunting di Kabupaten Bangkalan ialah melalui pendidikan bagi keluarga/orang tua tentang perawatan dan pengasuhan pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Serta melakukan stimulasi pengasuhan dan pendidikan berkelanjutan.

Maka dari itu, Sosialisasi pendidikan keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan yang dilakukan bersama Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluaraga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan merupakan wujud konkrit dalam rangka menurunkan tingkat stunting di Kabupaten Bangkalan.

“Stunting merupakan salah satu permasalahan pada anak yang harus disikapi dengan serius karena akan berdampak negatif pada perkembangan, misalnya anak memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal dan menjadi rentan terhadap penyakit,” kata Ketua PKK Bangkalan Ny Zaenab Zuraidah Abdul Latif, usai membuka sosialisasi pendidikan keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan, di Aula Disdik Bangkalan, Selasa (16/10/2018).

Menurut istri Bupati Bangkalan ini, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor.

Diantaranya, kurang gizi kronis dalam waktu lama, retardasi pertumbuhan intrauterine, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, perubahan hormon yang dipicu oleh stres dan sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak.

“Beberapa gejala stunting yang perlu diketahui oleh masyarakat Bangkalan, adalah anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya dan pertumbuhan tulang tertunda,” ujar Ny Zaenab.

Waktu terbaik untuk mencegah stunting kata dia, adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Sebab, stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.

“Cara terbaik untuk mencegah stunting dimulai sejak dalam kandungan. Janin perlu diberikan asupan gizi yang baik dan seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu selama masa kehamilan juga diperlukan untuk memastikan berat badan ibu sesuai dengan usia kehamilan,” jelasnya.

Selain itu lanjut Ny Zaenab, ibu hamil tidak boleh mengalami anemia, serta hindari mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilan, karena dapat menyebabkan Anak yang terlahir dengan sindrom alkohol janin dapat menjadikan anak mengalami stunting.

“Setelah anak lahir, jangan lupa untuk memberikan ASI, vaksinasi dan berikan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dengan usianya, terutama ketika anak masih dalam tahapan belajar makan (MPASI),” papar dia.

Disamping itu ucap Ny Zaenab, jangan biarkan anak mengalami sakit infeksi yang berulang, jaga kesehatan anak dan sanitasi lingkungan.

“Karena sanitasi yang buruk kerap membawa penyakit-penyakit yang sifatnya infeksius (cacingan, muntaber, tipus) dan ini menjadi salah satu penyebab stunting. Maka dari itu saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Bangkalan agar bersama sama mencegah stunting demi generasi yang lebih sehat,” tutup dia. (Atep/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here