STAI dan Akper Nata Gelar Wisuda di Lingkungan Pesantren

Acara wisuda STAI dan Akper Nata

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Pendidikan Tinggi Nazhatut Thullab (Nata) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka wisuda bersama XIII Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Akademi Keperawatan (Akper) Senin (30/10/2017). Acara tersebut digelar di dalam area Pondok Pesantren Nazhatut Thullab di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, Sampang.

Jumlah wisudawan STAI Nata pada acara tersebut sebanyak 72 orang. Sedangkan perawat yang diwisuda berjumlah 30 orang. Rapat senat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Pendidikan Tinggi Nata dan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, petinggi Kopertais Wilayah IV Surabaya. Turut hadir juga orang tua dari seluruh wisudawan.

Acara berlangsung khidmat dibuka pukul 10.00 dengan pembacaan Keputusan Ketua Akper Nata oleh Ny. Hj. Zairina Mu’afi. Setelah itu dibacakan pula Keputusan Ketua STAI Nata KH. Mohammad Thoyyib Madani, MA. Setelah pembacaan keputusan tersebut, satu per satu wisudawan naik ke atas panggung untuk prosesi pengukuhan oleh KH. Muhammad bin Mu’afi Zaini, MPSDM., MPDI. sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Prajjan.

Usai prosesi tersebut, KH. Mamak (sapaan KH. Muhammad bin Mu’afi Zaini) memberikan sambutan pada para wisudawan dan undangan yang hadir. Dalam sambutannya KH. Mamak menyampaikan ucapan selamat pada para wisudawan.

“Saya berharap para wisudawan dapat segera bisa melebur dengan masyarakat untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

KH. Mamak juga menyampaikan sengaja mengadakan prosesi wisuda tersebut di lingkungan pondok pesantren agar para wisudawan mengenal embrio Pendidikan Tinggi Nazhatut Thullab berasal.

“Sehingga setelah wisuda pun para lulusan dapat terus menjalin komunikasi dengan semua jajaran pendidikan Nazhatut Thullab,” imbuhnya.

Selain itu KH. Mamak berpesan pada wisudawan bahwa hasil belajar merupakan 50 persen penentu keberhasilan dan kesuksesan seseorang. Sedangkan 50 persen lainnya ditentukan oleh banyak faktor.

“Di antara faktor-faktor tersebut adalah kemampuan seseorang membangun komunikasi dan jaringan sehingga tercipta simbiosa positif dengan pihak lain,” tuturnya.

Dijelaskan, dengan bekal pendidikan dan hasil belajar yang baik serta dilengkapi dengan kemampuan membangun jaringan yang baik maka seseorang akan mampu memperoleh banyak kesempatan. Dia sangat berharap lulusan Pendidikan Tinggi Nata dapat memiliki kemampuan membangun jaringan tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here