Sidak Sekolah Ambruk, Bupati Sampang Pastikan KBM Berjalan Lancar

GERAK CEPAT : Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi melihat kondisi ruang kelas pasca ambruk beberapa waktu lalu

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SDN II Samaran Kecamatan Tambelangan yang roboh beberapa waktu lalu, sesampainya dilokasi bangunan, rombongan langsung melihat dan mengelilingi puing-puing bangunan yang dibatasi oleh garis polisi oleh petugas keamanan setempat.

Usai melakukan Sidak, Bupati Sampang mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk melihat kondisi bangunan yang dibangun pada tahun 2017 lalu tersebut, selain itu pihaknya ingin memastikan bahwa proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan lancar seperti sediakala.

“Tentunya kami hadir pertama untuk memastikan anak didik kami yang sekolah disini tidak terganggu dengan kejadian robohnya ruang kelas ini,” katanya.

“Alhamdulillah menurut para guru yang ada, proses KBM tetap berjalan lancar karena murid yang ada ditarus diruang kelas sebelah,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan atas robohnya bangunan yang baru berusia dua tahun tersebut, sehingga pihaknya meminta agar semua rekanan yang ada di kabupaten Sampang memerhatikan dengan seksama atas perintah pengerjaan proyek pembangunan yang diamanahkan oleh negara.

Baca Juga :  Deadlock, Polres Sampang Amankan Kotak Suara Pilkades Desa Pangarengan

“Bangunan ini kalau dilihat secara normal masih berumur panjang, tapi nyatanya baru dipakai tahun 2018 sudah roboh,” imbuhnya.

Tak selesai disana, aba idi sapaan akrab H. Slamet Junaidi itu menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan secara penuh kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ambruknya bangunan kelas dari kelas IV hingga V tersebut.

“Kalau memang ada kesalahan dalam pembangunannya, maka kami serahkan sepada pihak yang berwenang untuk menyelesaikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Retno Dijah Wijayanti Kepala Sekolah SDN II Samaran mengatakan, ruang kelas tersebut baru di perbaiki 2017 lalu, namun pihak sekolah mulai 2018 sudah mengirimkan surat laporan ke Dinas pendidikan terkait dengan kondisi ruang kelas untuk tidak ditempati karena sudah membahayakan.

Ia juga mengatakan bahwa melihat dari sisi rehabilitasi yang saat itu dikerjakan oleh CV. Hikmah Jaya tersebut seharusnya bangunan masih dalam kondisi baik. Namun, karena ada beberapa bagian yang masih menggunakan sisa bangunan lama sehingga capat rusak.

Baca Juga :  Inspeksi ke SDN II Samaran yang Ambruk, DPRD Sampang Minta CV. Hikmah Jaya Bertanggung Jawab

Salah satunya rangka penahan gentengnya atau atap masih pakai yang lama, sehingga tidak mampu menahan beban genteng, karena sebelumnya tidak memakai genteng.

“Kita sangat berharap agar segera mendapatkan ganti, agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal seperti sediakala,” singkatnya.

(Abdul Wahed/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here