Saksi Bersikukuh Dana Kapitasi Dipotong, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Dinkes Sumenep

Ilustrasi

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Dugaan “Operasi Tangkap Tangan” (OTT) terkait pemotongan dana kapitasi di Puskesmas Peragaan, Selasa (05/08) lalu berbuntut panjang. Polisi terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Bahkan, sejumlah saksi dan Kepala Puskesmas Peragaan sebelumnya sudah selesai diperiksa.

Salah satu korban yang juga penerima manfaat mengaku dana kapitasi itu dipotong, bukan bersifat sukarela. Bahkan, pemotongan itu mencapai 15 persen. “Bukan sukarela tapi dipotong,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (12/8/2019).

Bahkan, pemotongan dana kapitasi itu sudah dilakukan sejak tahun 2018. Awalnya, kata dia pemotongan dilakukan sebelum ditransfer. Namun, akhir-akhir ini, kata dia potongan itu dilakukan secara tunai setelah ditransfer ke rekening penerima manfaat.

“Sejak 2018 dana Kapitasi ini sudah dilakukan pemotongan,” akunya.

Untuk itu, dia menyayangkan jika Kapus Peragaan saat diperiksa di Mapolres Sumenep menyebut sukarela dan membawa pernyataan. “Kami tidak pernah menandatangi pernyataan itu. Intinya, kami dipotong,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S. Marwoto mengatakan, meski Kapus menyatakan sukarela, pihaknya tidak mudah percaya. “Ya, tetap kami lidik kasus ini, karena beberapa saksi menyatakan dipotong,” katanya.

Pihak kepolisian juga terus mengembangkan kasus tersebut hingga ke oknum Dinas Kesehatan. Pasalnya, dari keterangan saksi ada aliran dana masuk ke Dinkes. “Dari keterangan, dinkes menerima aliran. Tapi, ini masih kita dalami secara serius,” tuturnya.

Yang jelas, kata dia pihaknya sudah mengantongi bukti awal dalam kasus itu. Termasuk catatan keuangan setoran dari penerima. “Jumlahnya sekitar 15 persen. Nominalnya tidak sama tergantung besaran yang diterima,” paparnya.

Untuk itu, Tego memastikan kasus tersebut akan menjadi atensi. Jika sudah ada bukti yang cukup, kasus tersebut akan dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Untuk itu, saat ini Kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi secara maraton.

“Lihat saja nanti perkembangannya. Jangan khawatir. Pasti akan kami beritahu,” jelasnya meyakinkan.

Sementara dalam keterangan beberapa waktu lalu, Kepala Puskesmas Pragaan Yatimul Kusdiyanto membantah jika ada pemotongan dalam dana Kapitasi itu.

Senada dengan Kapus Peragaan, Kepala Dinkes Agus Mulyono juga membantah jika ada pemotongan dana Kapitasi itu. Apalagi, sampai masuk ke dinkes.

“Saya yakin tidak ada (Pemotongan, Red). Yang jelas kedepan saya ingin dinkes lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan tiga Pegawai Puskesmas Pragaan terjaring OTT, Selasa (05/08). Dari OTT itu, Polisi mengamankan tiga orang berinisial M, K, dan P. Hanya saja, mereka dilepas dengan status sebagai saksi. OTT itu diduga berkaitan dengan dugaan pemotongan dana Kapitasi yang dilaporkan salah satu LSM beberapa waktu lalu. (Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here