Puskesmas Pembantu Sepi Pasien, Dinkes Sumenep Beri “Warning” akan Ditutup

Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Adanya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) pembantu saat ini sudah kurang diperlukan oleh masyarakat. Pasalnya, saat ini setiap desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sudah memiliki bidan desa yang bisa melayani masyarakat desa setempat.

“Adanya puskesmas pembantu itu sekarang kurang diperlukan oleh masyarakat. Karena sekarang sudah ada bidan desa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Sumenep, Rabu (10/4/2019).

Akibatnya, kata Fatoni saat ini keberadaan puskesmas pembantu sudah kurang diminati, sehingga menyebabkan beberapa puskesmas pembantu sepi dari pasien.

Selain karena ada bidan atau perawat desa, penyebab lain dari sepinya pasien puskesmas pembantu adalah figur dari perawat di puskesmas itu sendiri. “Apalagi jika figur perawatnya itu kurang disukai oleh masyarakat. Jadi tambah sepi,” tegasnya.

Jika figur perawat menjadi masalah di masyarakat, kata mantan Kepala Puskesmas Kecamatan Ambunten itu maka akan dilakukan penutupan terhadap puskesmas tersebut. Bahkan bisa berujung pelepasan pada perawat yang bersangkutan.

“Ya dilepas. Seperti di Guluk-Guluk itu ada dua (puskesmas pembantu) yang kita lakukan penutupan. Di Ganding juga ada. Di Batuputih juga ada. Jadi perawat yang ada disitu kita tarik ke induk,” tukasnya. (Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here