Menu

Mode Gelap

HUKUM & KRIMINAL · 28 Feb 2018 11:39 WIB ·

Posting Status Ujaran Kebencian, Pentolan 212 Ditangkap Polresta Sidoarjo


Posting Status Ujaran Kebencian, Pentolan 212 Ditangkap Polresta Sidoarjo Perbesar

Pers rilis yang dilakukan Polresta Sidoarjo

SIDOARJO, Lingkarjatim.com –  Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap seorang pentolan gerakan 212 atas nama Emir Rianto (56). Warga RT 01 RW 09 Perumahan Deltasari Indah M-12 Desa Kureksari Kecamatan Waru itu ditangkap lantaran menyebar postingan Facebook The Family Muslim Cyber Army (MCA).

Diketahui Emir ini sengaja menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian di akun facebooknya. Emir menggugah status Foto Kapolri dengan tulisan. “SAYA MEWAKILI KELUARGA BESAR MABES POLRI MEMOHON MAAF KEPADA SELURUH UMAT ISLAM INDONESIA ATAS KEJADIAN PENGINJAKAN KITAB SUCI AL QURAN, YANG DILAKUKAN KESATUAN DENSUS 88 DAN SIPIR MAKO BRIMOB DEPOK (KAPOLRI Ir. Jend Tito Karnavian) lalu dituliskan dalam kolom status. ” MEMANCING DI AIR YANG KERUH …. TIDAK JAUH BEDAH DENGAN PENGHINA PENGHINA AL QURAN …” HUKUMAN YANG PANTAS ADALAH PEGAL LEHERNYA MESKI DIA SEORANG MUSLIM!!!…”

Selain itu juga Emir menggugah status dengan sebuah gambar logo BANSER (ANSOR) dan ditambahkan kalimat “SETUJUKAH ANDA JIKA ORMAS YANG GIAT JAGAIN GEREJA GIAT BUBARKAN PENGAJIAN DAN GEMAR DANGDUTAN DIBUBARKAN?” Dan pada gambar logo BANSER (ANSOR) ditambahkan tanda salip (lambang Agama Nasrani) didalamnya disertakan perkataan “BENARKAH LOGO BANSER SPRTI INI..!! ASTAGFIRULLAH.. PENTESAN!!?

Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, postingan yang diunggah Emir dapat menibulkan rasa kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu. Dan dalam posting tersebut terdapat beberapa akun facebook lain yang melakukan komentar.

“Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, ” ujarnya saat pres rilis, Rabu (28/2/2018).

Ditegaskan Himawan, atas postingan itu, tersangka telah diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan sebegaimana dimaksudkan dalam pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Atas perbuatannya tersangka akan diancam pidana penjara selama lamanya enam tahun,” tukasnya.

Saat itu juga, Emir Rianto juga membacakan pernyataan minta maaf atas kekhilafan yang dilakukannya, terutama kepada Kapolri dan masyarakat lainnya yang resah atas unggahan status di akun facebook pribadinya.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Kapolri dan masyarakat luas secara keseluruan. Saya akui ini khilaf saya,” ucapnya di depan Kombespol Himawan Bayu Aji dan Kompol Muhammad Harris.

Ditanya soal aktifitasnya, Emir mengaku pernah ikut kegiatan aksi gerakan 212 di Monas Jakarta Waktu lalu. Aktifitas lainnya sebagai seorang guru ngaji. Terkait postingan akun facebooknya tujuannya ingin membela agama Islam.

“Tidak lain hanya untuk menegakkan dan membelah Islam,” pungkasnya. (Ham/Lim)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PWI Sidoarjo Gelar Resepsi dan Talkshow dalam Rangka HPN 2024

29 May 2024 - 17:21 WIB

Dinas Pertanian Anggarkan 2 M Lebih Hibah Hand Traktor untuk Poktan di Bangkalan, Ini Syarat dan Ketentuan Jika Ingin Mengajukannya

29 May 2024 - 08:09 WIB

Jadi Temuan BPK Sehingga Biaya Pemasangan Listrik Pasar KLD Dibebankan ke Pedagang, Aktivis Senior: Lah Iya Itu Lucu

28 May 2024 - 20:27 WIB

Polemik Pemasangan Listrik Berlanjut, Kepala Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan : Sesuai Perintah Dinas

28 May 2024 - 20:14 WIB

FKIS Gelar Workshop Program Studi Ekonomi Syariah Se-Jawa Timur

28 May 2024 - 18:14 WIB

Rekruitmen PPS Dinilai Bermasalah, Ada Mantan Caleg Lolos Seleksi

26 May 2024 - 12:50 WIB

Trending di LINGKAR UTAMA