Polres Tuban Tangkap Empat Begal Spesialis Antar Kota Antar Provinsi

Ilustrasi begal

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Polres Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tangkap empat pelaku begal spesialis antar kota antar provinsi (AKAP). Mereka telah beraksi di beberapa kota dan provinsi di Indonesia.

“Selain melakukan pencurian di daerah Tuban, para pelaku sebelumnya pernah melakukan pencurian di Mojokerto sebanyak tiga kali, Gresik satu kali. Kemudian Semarang, Jawa Tengah satu kali, dan di Lampung di Pulau Sumatera sebanyak tiga kali,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat merilis kasus begal di Mapolda Jatim, Rabu (24/10).

Keempat begal tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka adalah Moch. Samsul Huda, warga Desa Karang Harum, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi. Pelaku kedua bernama Richop Rohim, lahir di Lampung, dan bertempat tinggal di Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya Karlim, warga asal Desa Anjatan Baru, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Aprilianto, warga Desa Manyeti, Kecamatan Dawijan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Keempat pelaku ini merupakan residivis curanmor spesialis truck, baik yang ada di pemukiman atau merampas truk di jalanan.

“Keempat pelaku itu semuanya telah meninggal dunia. Mereka melawan dengan menembak petugas, sehingga petugas mengambil langkah tegas demi keselamatan,” ujarnya.

Menurut Barung, petugas dengan para pelaku begal sempat kejar-kejaran saat proses penangkapan sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu, 24 Oktober 2018. Bahkan, juga terjadi baku tembak antara petugas dengan empat pelaku begal spesialis tersebut.

“Saat aksi kejar-kejaran, kemudian petugas melakukan tembakan peringatan. Karena tak dihiraukan, akhirnya petugas melepas tembakan ke ban mobil kiri bagian belakang, kemudian mobil oleng dan menabrak pohon,” ujarnya.

Sesaat setelah menabrak pohon, kemudian para pelaku langsung keluar mobil untuk melarikan diri. Selain membawa golok dan clurit, pelaku juga membawa senjata jenis soft gun, dan makarov rakitan.

“Saat itu juga terjadi baku tembak antara petugas dengan para pelaku. Hingga akhirnya petugas menembak pelaku, demi keselamatan petugas yang hendak menangkap. Saat ini jenazah keempat pelaku berada di RSUD Dr. Koesma Tuban untuk dilakukan identifikasi,” kata Barung. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here