Menu

Mode Gelap

LINGKAR UTAMA · 29 Aug 2017 12:55 WIB ·

Perdagangan Terus Meningkat, Jatim Pererat Kerjasama Dengan Thailand


Perdagangan Terus Meningkat, Jatim Pererat Kerjasama Dengan Thailand Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Thailand sepakat mempererat kerjasama guna meningkatkan kinerja perdagangan. Selama ini, kinerja perdagangan kedua belah pihak terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, selama lima tahun berturut-turut, kinerja perdagangan Jatim dengan negeri Gajah Putih tersebut selalu defisit.

Hingga Juli 2017, ekspor Jatim ke Thailand sebesar USD310 juta. Sebaliknya, impor mencapai USD444 juta. Begitu pula di 2016, dimana ekspor sekitar USD425 juta dan impor USD887 juta.

Di 2015 juga defisit dimana ekspor Jatim USD404 juta. Sementara impor dari Thailand USD863 juta. Selanjutnya di 2014, ekspor USD521 juta dan impor USD1 miliar. Lalu di 2013, ekspor USD472 juta dan impor USD904 juta. “Sejauh ini komoditas dari Jatim yang ekspor ke Thailand adalah buah-buahan,” kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, usai menerima kunjungan Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Pitchayaphant Charnbhumido di ruang kerjanya, Selasa (29/8/2017).

Gus Ipul, sapaan akrabnya, berharap semakin banyak buah-buahan yang bisa diekspor ke Thailand, salah satunya manggis. Menurutnya, potensi ekspor buah-buahan ke Thailand masih terbuka lebar mengingat warga dari negara tersebut suka dengan buah dari Indonesia, terutama dari Jatim.

Selain  itu, dia juga meminta agar Thailand bisa membangun pabrik pengolahan kelapa di Jatim. “Kelapa itu banyak yang diekspor ke Thailand. Makanya, dari pada diolah di Thailand, lebih baik diolah di Jatim saja. Ke depan, kami berharap neraca perdagangan antara Jatim dengan Thailand bisa berimbang,” katanya.

Kontribusi impor Thailand, lanjut dia, tiap tahunnya fluktuatif. Di tahun 2013, Thailand menjadi negara nomor enam terbesar dalam kontribusi terhadap total impor. Lalu di 2014 melorot menjadi nomor delapan. Di 2015, melorot lagi menjadi nomor sembilan. Lalu di 2016 naik di nomor 8 dan di 2017, hingga Juli naik lagi menjadi nomor tujuh. “Dari sisi infrastruktur dan keamanan, kami sangat siap untuk menerima investor dari Thailand. Nah, kami berharap ke depan lebih banyak lagi pengusaha Thailand yang berinvestasi di Jatim,” pungkas Gus Ipul. (Mal/Lim)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Naas, Pengendara Sepeda Motor Tewas Dilindas Truk Trailer di Sidoarjo

17 May 2024 - 16:40 WIB

Ratusan Jamaah Haji Akan Segera Diberangkatkan, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Bangkalan Berpesan Dua Hal Ini

17 May 2024 - 15:42 WIB

Pj Bupati Tegaskan Bahwa Tidak Ada Fee Apapun di Bangkalan, Jika Ada …..

17 May 2024 - 14:26 WIB

Plt Bupati Sidoarjo Target Job Matching Mampu Menekan angka Pengangguran

16 May 2024 - 17:21 WIB

KPU Bangkalan Lantik 90 Anggota PPK untuk Pilkada 2024

16 May 2024 - 17:18 WIB

DPRD Bangkalan Tetapkan Raperda Fasilitasi Pesantren, Begini Isinya

15 May 2024 - 18:36 WIB

Trending di LINGKAR UTAMA